Mistikus Cinta

0
Nafas itu sederhananya adalah keluar masuknya udara ketubuh. Unsur yang sangat diperlukan tubuh untuk tetap hidup adalah udara O2. 

Ruh itu maknanya tiupan, itu dari sisi Ketuhanan, dari sisi makhluk malah sebaliknya ruh itu adalah "hisapan", dari udara yang dihisap itulah munculnya ruhani. 

Udara diperlukan oleh api (panas/nafsu) untuk bisa hidup dan membara. maka dari nafas yang berkolaborasi dengan unsur tanah didalam diri itulah yang membentuk api (nafsu).

Udara itu masuk kedalam tubuh lalu menumpang dalam unsur air (darah), lalu menyebar keseluruh tubuh untuk proses "pembakaran" unsur-unsur tanah (nutrisi), menghasil unsur api. 

Dalam ilmu-ilmu kuno ada istilah, nafas, nufus, tanafas dan anfas, kesemuanya hanyalah istilah-istilah belaka, untuk menggambarkan pergerakan unsur udara didalam tubuh. yang pertama-tama, nafas itu masuk kedalam hidung, lalu keparu-paru untuk dicampur dan menumpang dalam darah, lalu darah dipompa oleh jantung mengalir keseluruh tubuh, ketika mencapai mulut ia di istilahi "nafas" (secara ilmu kuno), ketika mencapai hidung, ia diistilahi nufus, ketika mencapai telinga, ia diistilahi tanafas, ketika mencapai mata ia diistilahi anfas.ketika mencapai ubun-ubun ia diistilahi mi'raj. Demikianlah pergerakan dari udara itu menjadi beda-beda istilah tergantung mencapai titik mana dalam tubuh. Lalu udara itu kembali keluar tubuh.

Tetapi tak perlu kandas pada istilah-istilah belaka, yang penting adalah mengerti maksud dan tujuan sebenarnya. 

Sebab mengerti dari nafas itulah timbulnya nafsu, maka hendaknya diperhatikan nafasnya, jika nafas "terkontaminasi", maka ketika mencapai mulut, akan cenderung mulut berkata buruk, ketika mencapai hidung akan cenderung ingin mencium yang buruk, ketika mencapai telinga akan cenderung ingin  mendengar yang buruk, ketika mencapai mata akan cenderung ingin melihat yang buruk.

Maka untuk mencegah segala nafsu-nafsu buruk itulah nafas perlu diperhatikan dan dibentengi dengan dzikir nafas, Hu Allah.... Hu saat menarik nafas, Allah saat mengeluarkan nafas.

Tapi perlu diingat bahwa dzikir nafas, hanyalah menggapai 1 sisi unsur saja yaitu unsur angin/udara. harus mengerti dzikirnya 3 unsur yang lain, maka ketahuilah ada unsur tanah, air, dan api, yang semuanya itu malah berasal dari makanan yang kita makan, karenanya pada pembahasan sebelumnya bahwa utamanya perjalanan salik itu dalam "faktor makanan."
 
Dzikir itu malah nomor 2. Sebab 3 unsur berasal dari makanan, lebih dominan dibanding satu unsur yang dari udara.

Jika sudah faham hal tersebut, akan mengerti bahwa dzikirnya tubuh itu mesti serentak ke-4 unsur bersama-sama.


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Memahami Tentang Nafas. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Memahami Tentang Nafas, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Memahami Tentang Nafas dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top