Mistikus Cinta

0
Sumnun
Abul Hasan Sumnun bin Abdullah (Hamzah) al Khauwash, salah seorang sahabat Sari as Saqathi, dijuluki sebagai "Si Pencinta" karena tema dari ceramah-ceramah dan syair-syairnya adalah mengenai cinta mistis. Sumnun didakwa oleh Ghulam al Khalil. Ia meninggal kira-kira tahun 300 H/913 M.

Riwayat Sumnun si Pencinta

Sumnun dijuluki sebagai si Pencinta (walaupun ia sendiri menjuluki dirinya sebagai Sumnun Pendusta) adalah sahabat Sari as Saqathi dan tokoh yang semasa dengan Junaid. Sumnun mempunyai sebuah doktrin yang istimewa mengenai cinta dan doktrin ini lebih diutamakannya daripada doktrin mistik. Jadi berlawanan sekali dengan pandangan mayoritas tokoh-tokoh sufi.

Ketika Sumnun sedang memberi ceramah mengenai cinta, dari angkasa meluncur seekor burung dan hinggap di atas kepalanya, kemudian pindah ke tangannya dan setelah itu ke dadanya, dan dari dada Sumnun burung itu meloncat ke atas tanah, paruhnya dipatuk-patuknya dengan keras ke tanah sehingga mengeluarkan darah. Sesaat kemudian burung itu kehabisan tenaga dan mati.

Ketika Sumnun pergi ke Hijaz, orang-orang Faid mengundangnya untuk memberikan ceramah. Sumnun naik ke atas mimbar hendak berkhutbah, ternyata tak seorang pun yang mendengarkannya. Maka berpalinglah ia kepada lampu-lampu di dalam masjid itu dan berkata, "Aku akan memberikan pengajaran kepada kalian mengenai cinta." Seketika itu juga lampu-lampu itu saling berbenturan dan hancur berantakan.

Diriwayatkan, pada hari tuanya Sumnun menikah dan mendapatkan seorang puteri. Ketika si puteri berusia tiga tahun, Sumnun sangat sayang kepadanya. Dan pada suatu malam Sumnun bermimpi dan di dalam mimpi itu ia menyaksikan dirinya telah berada di Hari Berbangkit. Ia menyaksikan untuk setiap golongan ditegakkan sebuah panji. Salah satu, di antara panji-panji itu demikian gemerlapnya sehingga menerangi padang-padang surgawi.

"Golongan apakah yang memiliki panji ini?" Sumnun bertanya.

"Golongan yang dikatakan Allah: Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Dia" (maksudnya: golongan pecinta).

Sumnun menyelinap ke tengah orang-orang yang berteduh di bawah panji, itu. Tetapi salah seorang di antara mereka mendorongnya keluar.

"Mengapa engkau mengusirku?" Sumnun berteriak.

"Karena panji ini adalah panji para pencinta, sedang engkau bukan seorang pencinta."

"Aku bukan seorang pencinta" teriak Sumnun, "Bukankah orang-orang menjulukiku sebagai Sumnun Sang Pencinta dan Allah Maha mengetahui apa-apa yang terkandung di dalam hatiku ini."

"Sumnun, dahulu engkau memang seorang pencinta. Tetapi sejak hatimu lebih cenderung kepada anakmu itu, namamu telah dihapus dari daftar para pencinta."

Di dalam mimpi, Sumnun memohon ampunan kepada Allah: "Ya Allah, jika karena anakku aku akan tergelincir, tunjukkanlah jalan yang baik."

Ketika Sumnun terbangun, terdengarlah suara gaduh, Anak itu terjatuh dari atas loteng dan mati.

Selanjutnya diriwayatkan pula bahwa pada suatu ketika Sumnun menyenandungkan sebuah syair:

Tidak ada kebahagiaan bagiku, kecuali di dalam diri-Mu;
Jadi, jika Engkau menghendaki, ujilah aku.

Sesaat itu juga saluran kencingnya tersumbat. Maka dikunjunginyalah sekolah demi sekolah dan kepada anak-anak murid ia berpesan, "Berdoalah untuk pamanmu sang Pendusta ini semoga Allah menyembuhkannya kembali!."

Sumnun dan Ghulam Khalil

Ghulam Khalil memperkenalkan dirinya sebagai seorang sufi, kepada khalifah, ia menukar keselamatan yang kekal abadi dengan kenikmatan-kenikmatan duniawi. Di depan khalifah ia selalu memfitnah para sufi dengan maksud agar mereka dihukum buang sehingga tak seorang pun memperoleh hikmah dari ajaran-ajaran mereka. Dengan demikian ia memperoleh, kekuasaan yang tidak tercela.

Ketika Sumnun dewasa, kemasyhuram namanya tersiar kemana-mana. Namun Ghulam Khalil sering membuatnya menderita dan selalu mencari-cari kesempatan untuk dapat memfitnah Sumnun.

Pada suatu ketika, seorang wanita kaya datang menyerahkan dirinya kepada Sumnun. "Lamarlah aku," si wanita berkata kepada Sumnun.

Sumnun menolak. Wanita itu mengadukannya kepada Junaid dan meminta Junaid mewakilinya untuk membujuk Sumnun supaya mau menikahinya. Tetapi Junaid malah memarahinya dan mengusirnya, wanita itu pergi menghadap Ghulam Khalil dan menjelek-jelekkan Sumnun. Ghulam Khalil sangat senang hatinya dan hal itu segera disampaikannya kepada khalifah. Khalifah memberikan perin¬tah agar Sumnun dihukum pancung. Algojo telah dipanggil dan ketika khalifah hendak memerintahkan "penggal" tiba-tiba ia menjadi bisu tak dapat berkata-kata, lidahnya kelu menyumbat tenggorokan. Malam harinya ia bermimpi dan di dalam mimpi itu ia mendengar suara yang berkata kepadanya, "Kerajaanmu bergantung kepada hidup Sumnun." Keesokan harinya ia memanggil Sumnun untuk dibebaskan dengan segala hormat dan diperlakukan dengan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Sejak peristiwa itu, kebencian Ghulam Khalil terhadap Sumnun semakin menjadi-jadi. Pada hari tuanya Ghulam Khalil menderita penyakit kusta.

"Ghulam Khalil menderita penyakit kusta," seseorang mengabarkan kepada Sumnun.

Sumnun berkata, "Rupa-rupanya ada beberapa orang sufi yang belum sempurna telah berniat buruk dan melakukan perbuatan yang tidak baik terhadap dirinya. Memang Ghulam Khalil adalah penentang tokoh-tokoh sufi dan telah berkali-kali menyusahkan mereka dengan perbuatannya. Semoga Allah menyembuhkan Ghulam Khalil.

Kata-kata Sumnun itu disampaikan orang kepada Ghulam Khalil. Ghulam Khalil bertaubat, memohon kepada Allah agar diampuni dosa-dosa yang telah dilakukannya; dan menyerahkan semua harta kekayaannya kepada para sufi. Tetapi para sufi itu tidak, mau menerimanya.


Sumber:
Tadzkiratul Awliya’ (Kisah Teladan Kehidupan Para Wali Allah) – Fariduddin al Attar



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Sumnun. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Sumnun, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Sumnun dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top