Mistikus Cinta

0
Majelis Dzikir
Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, ”Pada suatu hari Muawiyah melewati sebuah halaqah (Majelis) di masjid. Kemudian ia bertanya, ’Majelis apakah ini?’

Mereka menjawab, ”Kami duduk di sini untuk berzikir kepada Allah azza wa Jalla.”

Muawiyah bertanya lagi, ”Demi Allah, benarkah kalian duduk-duduk di sini hanya untuk itu?”

Mereka menjawab, ”Demi Allah, kami duduk hanya untuk itu.”

Kata Muawiyah selanjutnya, ”Sungguh saya tidak menyuruh kalian bersumpah karena mencurigai kalian. Karena tidak ada orang yang menerima hadis dari Rasulullah SAW lebih sedikit daripada saya.”

Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah melewati halaqah para sahabatnya. Lalu Rasulullah SAW bertanya, ”Majelis apa ini?”

Mereka menjawab, ”Kami duduk untuk berzikir kepada Allah dan memujinya-Nya atas hidayah-Nya berupa Islam dan anugerah-Nya kepada kami.”

Rasulullah SAW bertanya lagi, ”Demi Allah, apakah kalian duduk di sini hanya untuk itu?”

Mereka menjawab, ”Demi Allah, kami duduk-duduk di sini hanya untuk ini.”

Kata Rasulullah selanjutnya, ”Sesungguhnya aku menyuruh kalian bersumpah bukan karena mencurigai kalian. Tapi karena aku pernah didatangi Jibril alaihis-salam. Kemudian ia memberitahukan kepadaku bahwasannya Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim)

Tetaplah ramaikan Majelis Zikir...
Hadirilah majelis yang menjadikan kita sebagai pribadi yang teduh, bukan sebagai jiwa yang bengis.
Datangilah yang mengajak bukan yang menghujat.

TIDAK BERDZIKIR = “MATI”

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan orang yang berdzikir mengingat Rabb-nya (Tuhan-nya) dan orang yang tidak berdzikir mengingat Rabb-nya seperti (perbandingan antara) orang yang hidup dan yang mati.” (HR. Al-Bukhari).

Dzikrullah (berdzikir kepada Allah) bagi seorang mukmin adalah seperti peran nafas bagi makhluk hidup atau layaknya fungsi air bagi ikan. Maka seorang muslim atau muslimah yang tidak berdzikir adalah ibarat seseorang yang sudah tidak bernafas atau bagaikan ikan yang dijauhkan dari air, apa jadinya? Tentu saja mati, bukan? Karena memang hidup hakiki dalam konsep Islam adalah ketika seseorang itu senantiasa sambung dan berhubungan dengan Allah melalui dzikir yang banyak dan benar, serta melalui berbagai ketaatan yang lain.

Disamping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda bahwa, hidup yang tidak diisi dengan dzikrullah, adalah hidup yang penuh murka, dengan makna terjauhkan sejauh-jauhnya dari rahmat Allah Ta’ala. Lalu, apa arti hidup jika demikian hal dan keadaannya?

‘Abdullah bin Dhamrah berkata: aku telah mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terjauhkan dari kebaikan dan rahmat Allah dan segala isinya pun juga dimurkai, kecuali (yang diisi) dzikir kepada Allah dan apa-apa yang sejalan dengannya, dan orang yang berilmu atau orang yang menuntut ilmu” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi).



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Majelis Dzikir. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Majelis Dzikir, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Majelis Dzikir dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top