Mama Aang Nuh Gentur Cianjur Mistikus 0 Mama Aang Nuh Gentur, Ulama Wali Nusantara April 22, 2025 Mama Aang Nuh Gentur Cianjur Jawa Barat merupakan sosok ulama karismatik sekaligus paku tanah Jawa Barat pada masanya. Mama Aang Nuh adalah salah satu ulama kebanggaan Tanah Pasundan yang Al-'Alim Al-'Allaamah Al-Kaamil Al-Waro' dari Pondok Pesantren di Gentur, Cianjur. Siapa yang tak kenal akan sosok Aang Nuh yang begitu terkenal dengan ketinggian akan ilmu agamanya, bahkan dari segi karomah pun sudah banyak orang yang membuktikan dan menyaksikannya.Karena terkenal sebagai ulama berilmu agama tinggi sekaligus Kyai dengan beribu karomahnya, tak heran jika semasa hidupnya beliau dijuluki sebagai Jawara se-Indonesia. Selain menjadi kebanggaan tanah Jawa Barat, Mama Aang Nuh juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Penampilannya yang sangat bersahaja membuat orang yang melihatnya bergetar. KELAHIRAN Bernama asli Mama Abdullah Haq Nuh bin Syekh Ahmad Syathiby Gentur bin Syekh Muhammad Said bin Syekh Abdul Qodir Cihaneut Ciawi Tasikmalaya bin Syekh Nur Hajid bin Syekh Nur Katim bin Sembah Dalem Bojong bin Waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang tembus hingga Rasulullah SAW. Putra dari seorang ulama kharismatik Syekh Ahmad Syathibi al-Qonturi (Mama Ajengan Kaler), sosok waliyullah yang merupakan guru besar ulama tanah pasundan. Sebab dari didikan beliaulah lahir banyak ulama besar yang tersebar di berbagai daerah. NASABNYA: Silsilah Keturunan Mama Aang Nuh GenturDari pihak Ibu:Nabi Muhammad SawSayyidina Ali karroma Allahu wajhahu dan Fatimati Azzahro’Sayidina Husein As.Sayyidina Ali Zaenal Abidin Ra.Muhammad Al BaqirJa'far AshodiqAli AI'AridhiMuhammadIsa AlbasyariAhmad Al MuhajirUbaidillah'UluwiAli Kholi'i QosimMuhammmad Shohibul Murobath‘UluwiAbdul MalikAbdullah KhonaImam Ahmad SyahJamaludin AkbarAsmar Kandi Gisik Karjo TubanIshak MakdhumMuhammad Ainul YaqinSunan Giri LayaWira CanderaKentol SumbiranaRd. Ajeng TanganziahWaliyullah Syeikh Haji Abdul Muhyi PamijahanSyekh AbdullahSyekh Tubagus NidhorSyekh Abdul Qodir CihaneutSyekh Muhammad Sa`idSyekh Ahmad SyathibyMama Aang Nuh GenturDari ayah: 1. Nabi Adam As. 2. Nabi Syis As. 3. Anwar (Nur cahya) 4. Sangyang Nurasa 5. Sangyang Wenang 6. Sangyang Tunggal 7. Sangyang Manikmaya 8. Brahma 9. Bramasada 10. Bramasatapa 11. Parikenan 12. Manumayasa 13. Sekutrem 14. Sakri 15. Palasara 16. Abiyasa 17. Pandu Dewanata 18. Arjuna 19. Abimanyu 20. Parikesit 21. Yudayana 22. Yudayaka 23. Jaya Amijaya 24. Kendrayana 25. Sumawicitra 26. Citrasoma 27. Pancadriya 28. Prabu Suwela 29. Sri Mahapunggung 30. Resi Kandihawan 31. Resi Gentayu 32. Lembu Amiluhur 33. Panji Asmarabangun 34. Rawisrengga 35. Prabu Lelea (Maha Raja Adi Mulya) 36. Prabu Ciung Wanara 37. Sri Ratu Dewi Purbasari 38. Prabu Lingga Hyang 39. Prabu Lingga Wesi 40. Prabu Susuk Tunggal 41. Prabu Banyak Larang 42. Prabu Banyak Wangi / Munding Sari I 43. (a) Prabu Mundingkawati / Prabu Lingga Buana / Munding Wangi (Raja yang tewas di Bubat) (b) Prabu Borosngora / Bunisora Suradipati / Prabu Kuda Lelean berputra : Ki Gedeng Kasmaya 44. Prabu Wastu Kencana / Prabu Niskala Wastu Kancana / Prabu Siliwangi I 45. Prabu Anggalarang / Prabu Dewata Niskala / Jaka Suruh (Raja Galuh / Kawali) 46. Prabu Siliwangi II / Prabu Jaya Dewata / Raden Pamanah Rasa / Sri Baduga Maha Raja 47. Ratu Galuh 48. Ratu Puhun 49. Kuda Lanjar 50. Mudik Cikawung Ading 51. Entol Penengah 52. Sembah Lebe Warto Kusumah 53. Syekh Abdul Muhyi Pamijahan 54. Syekh Abdullah 55. Syekh Tubagus Nidhor 56. Syekh Abdul Qodir Cihaneut 57. Syekh Muhammad Sa`id 58. Syekh Ahmad Syathiby 59. Mama Aang Nuh Gentur PARA GURUNYA:1. Ayahnya sendiri yakni Mama Ajengan Kaler (K.H. Ahmad Syathiby) 2. Uaknya yakni Mama Ajengan Kidul K.H. Muhammad Qurthuby 3. Mama Cijerah K.H. Muhammad Syafi`i TEMAN SEPERJUANGANNYA DI PONDOK PESANTREN CIJERAH: 1. Mama Sindang Sari (K.H.Thoha bin K.H.Muhammad Showi) 2. Mama Badaraksa (K.H.Thoha bin K.H.Hasan Al-Mustawi) 3. Mama Gelar (K.H.Abdus Shommad) 4. Mama Obay Karawang 5. Mama Syarifuddin Ponpes Fathul Huda Cipaku Samarang Garut 6. Ir. Soekarno Hatta (Presiden RI Pertama), Dll.PARA GURUNYA Ayahnya sendiri yakni Mama Ajengan Kaler (KH. Ahmad Syathiby) Uaknya yakni Mama Ajengan Kidul K.H. Muhammad Qurthuby Mama Cijerah KH. Muhammad Syafi`i KAROMAHBertemu dengan Al Imam Al Habib Husein bin Abubakar Al Aydrus. Di waktu beliau melakukan ziarah ke makam Al Imam Al Habib Husein bin Abubakar Al Aydrus di Luar Batang, Jakarta, beliau langsung bertemu langsung dengan Al Imam Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus dan disambut baik sambil keluar dari dalam kuburnya. Kemudian dibaiat langsung oleh Al Imam Al Habib Husein bin Abubakar Al Aydrus pemilik makam keramat, Luar Batang, masyaallah itu semua adalah kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Suatu ketika Aang Nuh naik ke atas sambil ditembaki, namun tidak mempan, lalu tiba-tiba saja beliau langsung berada di rumahnya.Ada orang yang sedang melamun lalu ditempeleng Aang Nuh dan beliau memerintahkan orang itu agar jualan peuyeum ubi, kemudian orang tersebut mendadak kaya raya.Menaburkan daun pisang kering ke kolam, seketika daun tersebut berubah menjadi ikan mas kecil di kolam.Pernah terjun dari air terjun yang tinggi yang di bawahnya ada batu runcing dengan posisi kepala terlebih dahulu, namun anehnya tidak terjadi apa-apa pada Aang Nuh. Setelah itu, beliau lalu berkata kepada santri-santrinya, “Kalau belum waktunya meninggal dia tidak akan meninggal.”Pernah suatu ketika, beliau menendang tiang masjid yang tak kunjung usai pembangunannya, sambil berkata “Ini masjid apa kandang hewan?” Tidak lama dari kejadian itu, ada mobil yang mengirim bahan-bahan bangunan dan masjid pun rampung didirikan.Ada sebuah kisah yang sangat mengherankan., saat Aang Nih pergi haji bersama beberapa muridnya. Tiba-tiba ada dua orang pria yang menghampiri dan mencium tangan Aang Nuh, bingunglah murid-muridnya sebab kedua pria itu asing bagi mereka dan baru pertama kali melihatnya. Lalu salah seorang murid mengejar kedua pria itu dan bertanya dengan bahasa Arab, “Mengapa Anda berdua tiba-tiba mencium tangan guru saya?” kata murid dari Aang Nuh. Kedua pria itu lalu menjawab, “Tadi kami didatangi seseorang dan orang itu menunjuk kepada guru Anda, lalu ia berkata ciumlah tangan beliau karena beliau termasuk tentara Imam Mahdi di akhir zaman.”Ada sebuah kisah yang disaksikan langsung oleh seorang kakek, ketika dahulu tahun 1978 saat si kakek mengawal Aang Nuh berziarah ke makam kakeknya yaitu Syekh Abdul Qodir Cihaneut, Ciawi, Tasikmalaya. Ada keajaiban saat itu yakni si kakek melihat langsung Aang melakukan Salat Tahajud di atas air. Air yang dipijak Syekh Aang Nuh seperti sajadah yang menahan tubuh beliau.Ada kisah berkait karomah Aang Nuh dengan karomah Mama Gelar beliau berdua merupakan dua ulama masyhur dari Cianjur. Suatu ketika saat Mama Gelar mengadakan sebuah acara di pondok pesantren Gelar. Beliau mengundang Aang Nuh untuk hadir lalu pada hari yang telah dijadwalkan acara pun berlangsung dengan dihadiri banyak ulama lainnya. Saat itulah, karomah Aang Nuh yang tinggi ini terlihat. Saat itu Aang Nuh memukulkan tangannya ke kolam ikan, atas izin Allah SWT, seketika saja ikan-ikan yang ada di kolam itu pun naik ke daratan. Lalu, Mama Gelar juga ikut memukulkan tangannya ke kolam atas izin Allah SWT seketika saja ikan-ikan yang ada di kolam itu pun naik ke darat dengan kondisi sudah matang. Mama Gelar lalu berkata, “Itulah bedanya orang yang merokok dengan yang bukan.” Semua keistimewaan jika kita renungkan kembali adalah sesuatu hal yang tidak ada yang tidak mungkin, tinggal bagaimana kita menyikapinya kemablikan semua ke Allah SWT. Tiada daya dan upata kecuali kehendak-Nya. Dan jika masih banyak diantara kita yang meragukan akan keistimewaan dari seorang Wali Allah. Maka tidak perlu diperdebatkan yang menyakini tinggal menyakini saja dan yang bertentangan atau meragukan karena hal-hal yang lain ya kita hormati. Semua cara pandang dan perbedaan adalah keindahan dan rahmat-Nya WAFAT Pada tahun 1990 M, Mama Aang Nuh Gentur berpulang ke rahmatullah. Itulah biografi serta beberapa karomah dari Mama Aang Nuh Gentur Cianjur Jawa Barat yang dalam menjalani kehidupannya penuh kewibawaan serta membuat masyarakat sangat menghormatinya. Mama Aang Nuh Gentur Cianjur Mama Aang Nuh Gentur Cianjur Jawa Barat merupakan sosok ulama karismatik sekaligus paku tanah Jawa Barat pada masanya. Mama Aang Nuh adala... Read more »