Mistikus Cinta

0
Sejarah Singkat 

Al Habib Ali adalah putra dari Habib Abdullah bin Salim bin Ahmad Al Hamid, masih keturunan Rasulullah dari jalur Sayyidina Husein bin Sayyidina Ali karamallahu wajhah wabni Sayyidatina Fatimah az Zahra binti Rasulullah Sollallahu 'Alaihi Wassalam.

Habib Ali terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul Jember, beliau meninggal di usia muda kurang lebih baru berusia 32 tahun, beliau wafat dalam keadaan syahid karena beliau termasuk salah satu korban keganasan dan kekejaman PKI pada tahun 1965, beliau di culik oleh PKI kemudian di bawa ke hutan Kumitir bersama dengan para tawanan PKI lainnya untuk di eksekusi, di hutan itulah beliau ditembak sampai meninggal, jasad beliau ditemukan terpisah dengan jasad-jasad lainnya oleh seorang perempuan paruh baya pencari kayu bakar, kemudian si perempuan paruh baya itu sambil lari berteriak-teriak memanggil suaminya ..ono wong mati arab, ono wong mati arab...ono wong mati arab.. singkat cerita, bersama dengan suaminya dan mengajak beberapa orang warga akhirnya di kubur lah jasad itu...(saksi hidup anak dari penemu jasad Habib Ali masih ada sampai sekarang).

Al kisah Habib Ali di zaman itu menjabat sebagai ketua GP ANSOR Jember, pada suatu ketika ada tamu yang berkunjung ketempat beliau mengatakan kalau jamaah dan santri beliau di tangkap di kantor kepolisian, memang pada waktu itu situasi negara dimana-mana tempat sedang tidak aman dan kondusif, akhirnya beliau berkemas dan bersama dengan tamunya tadi beliau pergi untuk mengecek di kantor kepolisian, akan tetapi sebetulnya ini hanyalah siasat tipu muslihat dan akal bulus PKI saja untuk menculik beliau, benar adanya setelah di tengah perjalanan beliau ditangkap oleh gerombolan PKI itu dibawa ke hutan gunung Kumitir untuk di eksekusi. Di ceritakan bahwa pada awal mulanya beliau di tembak dengan peluru selalu meleset alias tidak mempan setelah beberapa kali, akhirnya beliau di ancam oleh PKI kalau sampai tidak tembus keluarganya, istri dan anak-anaknya akan di bantai habis, mengingat  dengan berbagai pertimbangan akhirnya beliau Habib Ali sebelumnya meminta kepada PKI untuk menunaikan sholat sunah dan berdoa terlebih dahulu dan meminta kalau nanti meninggal jasadnya untuk di sendirikan jangan di campur dengan yang lain, barulah setelah itu beliau di tembak, atas kehendak Allah beliau menghembuskan nafas terakhir dengan keadaan mati syahid.

Makam As Syahid Al Habib Ali Bin Abdullah Al Hamid Di Merawan Alas Gunung Kumitir Jember

Riwayat ini lebih bisa gamblang dan jelas karena pada sekitar tahun 2000, salah satu seorang penyebab kematian Habib Ali yang menembak beliau sampai meninggal datang ke kubur beliau untuk meminta pengampunan, diceritakan bahwa orang itu menangis sejadi-jadinya untuk meminta maaf kepada beliau dan kepada segenap keluarga yang ditinggalkannya, dia benar-benar merasa berdosa dan bertobat atas perbuatannya, hidupnya merasa tidak tenang dan susah dia menceritakan dari awal hingga akhir sampai di eksekusinya Habib Ali. Dari pengakuannya orang itu mengatakan sebetulnya dia seorang muslim akan tetapi karena saking takutnya menerima ancaman dari para gerombolan PKI yang bengis dan kejam itu, terpaksa dia melakukan perintah para Komunis itu untuk menembak Habib Ali, karena kanan kiri telinganya sudah menempel moncong senapan yang siap meledak, kalau tidak mau menembak Habib kepalanya sendiri akan di ledakan.


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Al Habib Ali Bin Abdullah Salim Bin Ahmad Al Hamid Gunung Kumitir. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Al Habib Ali Bin Abdullah Salim Bin Ahmad Al Hamid Gunung Kumitir, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Al Habib Ali Bin Abdullah Salim Bin Ahmad Al Hamid Gunung Kumitir dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top