Mistikus Cinta

0
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging.
Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol. Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai  rebus.

Dengan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya keluar jendela.

Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia bilang kepada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai"

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejut, dia melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam:

الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة

"Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga"

Mendengar ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:

رضيت يا رب

"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yang Engkau berikan, ya Allah.."

Rejeki itu yang penting mengalir,,
Besar kecil yang penting ada alirannya..
Jangan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.

Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yang kau lakukan.

Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib 

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

"Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya"


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Kisah Hikmah tentang Mensyukuri Rejeki. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Kisah Hikmah tentang Mensyukuri Rejeki, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Kisah Hikmah tentang Mensyukuri Rejeki dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top