Mistikus Cinta

0
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani an-Naqshbandi
Lefke, Cyprus 2005


Bismillahhirrahmannirahim

"Melayani" berarti "itu bukan urusanmu", kalian tidak perlu berbicara atau bertindak tentang segala hal yang bukan menjadi urusan kalian. Jika seseorang selalu menjaga lidahnya dan peduli dengan segala ucapannya, Allah akan memberikan Kebijaksanaan Ilahi kepada lidahnya, sehingga dia hanya akan berbicara tentang kebenaran dan kebajikan. Berbicara tentang hal “yang bukan urusanmu” akan membuat iman menjadi lemah. Maka jika kalian meninggalkan kebiasaan buruk ini, iman kalian akan menjadi kuat. Kalian tidak bisa mengetahui apa-apa yang menjadi urusanmu atau yang bukan. Melalui inspirasi barulah kalian akan bisa mengetahui mana-mana yang menjadi urusanmu dan mana yang bukan.

Apakah Kita Membangun? atau Menghancurkan?

Jiwa dari semua ibadah kita ini terdiri atas 3 bagian, yaitu: menjaga lidah dari segala ucapan dan pembicaraan yang dilarang, dengan demikian kita hanya berbicara yang baik-baik saja dan meninggalkan yang segala buruk. Yang kedua adalah menjaga mata dari pengelihatan yang dilarang, yaitu tempat-tempat yang kotor dan perbuatan yang buruk. Dan ketiga adalah menjaga seluruh organ tubuh kita dari tindakan yang dilarang, baik mendengar, berjalan, menyentuh, berpikir tentang hal-hal yang buruk atau mempunyai niat yang buruk. Tanpa menjaga mata, lidah dan seluruh organ dari segala yang dilarang, kalian tidak akan bisa mendapat manfaat dari perbuatan dan amal kebaikanmu. Seperti ketika kalian menanam sesuatu, kalian harus merawatnya agar tetap aman dan melindunginya dari hal-hal yang buruk yang bisa membahayakan dirinya. Kita harus tahu apa yang kita kerjakan. Adakah kita membangun? Atau bahkan kita menghancurkan? Setiap hal yang dilarang tentu akan merusak bangunan kita, merusak tubuh kita baik secara fisik maupun spiritual.

Pertama, Lawanlah terlebih dahulu Dirimu Sendiri

Salah satu tanda dari seorang hamba Allah adalah, bisa meletakkan organ tubuh di bawah kehendaknya. Jika seseorang tidak bisa melakukannya dia adalah hamba ego atau nafs. Kalian harus bisa menasihati diri sendiri sebelum menasihati orang lain. Apabila dirimu telah menerima untuk berada didalam pengendalian atau perintahmu barulah orang lain akan bisa menerima perintahmu. Ini adalah jalan yang diberikan oleh Rasulullah dan Awliya. Pertama mereka berusaha melawan dirinya sendiri dulu, baru setelah itu mereka beralih kepada orang lain. Maka ketika mereka berbicara, perkataan mereka mempunyai pengaruh terhadap orang yang mendengarnya, dan jika seseorang mendengarnya, mustahil dirinya tidak mendapat suatu manfaat dari apa yang dikatakan oleh Rasulullah atau para Awliya. Dan kemudian dia akan mendapatkan kekuatan mengontrol egonya untuk melangkah ke arah jalan yang benar. Kalian tidak hanya cukup dengan berkata, “Saya adalah Muslim,” dan hanya mengucapkan Syahadat. Tetapi kalian juga harus mencoba untuk menjaga seluruh organ tubuhmu agar jauh dari segala tindakan yang bukan tindakan Muslim, kalian harus menjauhkan diri kalian darisemua hal yang haram dan yang dilarang Allah. Semoga Allah melindungi kita semua dari hal yang haram, demi kemuliaan Sayyidina Muhammad sallallahu alaihi wasalam, Fatihah.

Wa min Allah at Tawfiq



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Jangan Membicarakan yang Bukan Urusanmu (18). Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Jangan Membicarakan yang Bukan Urusanmu (18), namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Jangan Membicarakan yang Bukan Urusanmu (18) dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top