Mistikus Cinta

0
Sheykh ul-Islam Grandsheykh Mevlana Muhammad Nazim al-Hakkani an-Naks-i'bendi
Lefke, Rabu, 29 Rabi Awal 1425


Audhu bi-llahi mina shaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim, la haula wala quwatta illa bi-llahi-l `Aliyu-l `Azim…Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar wa li-llahi-l hamd…Subhanaka, la `ilma lana illa ma `alamtana, Innaka `Alimu Hakim…

Tema Atheisme inilah yang membuat problem bagi orang-orang, mereka yang tidak berakal, orang-orang dari Ahli Dunya', manusia awam, mereka yang tidak peduli dengan pesan-pesan surgawi atau posisi-posisi di surga, kaum atheist atau komunis atau materialis. Manusia berkepala kosong, atau manusia generasi kera karena mereka mengklaim diri sebagai keturunan kera seperti Teori Darwin yang mereka percayai dan mereka menjadikan diri mereka berada di posisi yang jauh lebih dari yang lain.

Ada yang karena kecakapannya mereka berpikir bahwa “Tingkatan kami berbeda.” Ada yang karena hasil pikiran-pikirannya, mereka menganggap diri di tingkatan yang ‘lebih’ pula. “Tingkatan kami bukan seperti orang-orang yang biasa.” Orang-orang India mengatakan apa ? Kasta terendah? Paria? Ada tingkatan terendah di India, mereka mengatakan : "Mereka tidak ada harganya, mereka sama dengan hewan.” Apa pendapat kalian ketika mengatakan bahwa kalian berbeda dengan orang-orang lain, yang bukan terpelajar, buruh-buruh atau petani. Sekarang aku tanya : “ Apa sebenarnya posisimu ? Ketika kalian menganggap diri kalian “lebih” dari yang lain – apa sebenarnya perbedaan kalian ?”

Di Spanyol mereka membawaku ke sebuah kastil raja yang amat indah dan masyur. Salah satu ruangan dibuka, ada satu tempat duduk mewah dari kayu, mungkin raja itu gemuk, karena besarnya dua kali lipat dari kursiku ini. Mereka mengatakan : " Ini adalah toilet raja.” Apa? Toilet? raja merasa dirinya begitu hebat, punya tingkatan ini dan itu namun tetap saja mempunyai toilet? Toilet yang membawa raja pada tingkatan aslinya. Siapa sebenarnya yang memasuki toilet – apa tingkatannya? bila perut kita penuh maka ….

Mereka tidak pernah menggunakan akal, namun menjadikan diri mereka sesuatu yang bukan untuk mereka. Itulah sumber dari kejahilan, kelalaian dan ketidak pedulian. Sumber dari krisis, perang dan perpecahan. Orang Turki mengatakan : "Oh, kami orang Turki, tidak ada yang bisa seperti kami.” Orang-orang Arab mengatakan "Ahna Arab". Mereka pikir menjadi Arab adalah kehormatan bagi mereka. Tidak ! Tidak pernah Allah mengatakan: "Ya ayyuhal Arab", "Ya ayyuhal ladhina Arab", tapi Allah katakan : "Ya ayyuha-l ladzina amanu!", Wahai Orang-orang yang Beriman". Tugas menghamba dan melayani sungguh berat bagi umat manusia. Karena semua ingin menjadi tuan di muka bumi ini. Paling tidak jika tidak menjadi Tuhan, lalumenjadi tuan-tuan di dunia ini.

Semoga Allah mengampuni kita semua dan menganugerahi pemahaman danmengikuti Nabi-Nabi yang seluruhnya mengatakan : “Kami adalah hamba-hamba-Nya.” Jika Nabi-Nabi saja mengatakan : Kami adalah hamba-hamba, lalu bagaimana dengan para pengikut Nabi-Nabi ini? Haruskah mereka mengatakan : “Kami semua adalah tuhan.” Tidak mungkin! Manusia meninggalkan perintah surgawi dan mengejarego-ego mereka. Ego yang melambangkan setan, pemberontak pertama dalam Hadirat Ilahi, mereka mengatakan "Engkau (Allah swt) adalah Tuhan di atas, dan aku adalah tuhan di muka bumi.”

Namrud juga mengklaim seperti itu, “Aku tuhan di bumi, Tuhan Ibrahim adalah Tuhan Surgawi.” Itulah karakter buruk yang dicontoh manusia saat ini. Pondasi pengetahuan yang seharusnya diketahui semua orang adalah bahwa kita sebagai makhluk yangdiciptakan oleh Sang Pencipta. Apabila hal ini tidak diajarkan pusat pembelajaran yang besar seperti di universitas-universitas, maka universitas hanya sebagi pusat kebodohan. Ya karena universitas saat ini mengajarkan teori darwin, bahwa manusia berasal dari kera. Apabila mereka tidak mengajarkan bahwa manusia ini adalah makhluk ciptaan Sang Pencipta, maka mereka tidak mengajarkan apapun.

Para profesor universitas umumnya orang-orang yang sangat bangga akan dirinya. Bila mereka menyadari, dimanakah mereka 100 tahun yang lalu? Apakah merekamenciptakan diri mereka sendiri? Jika benar, katakan pada mereka jangan mati! Tetapi lihatlah dalam periode 100 tahun kedepan tidak satupun dari kita masih ada. Dalam 100 tahun kalian bukan siapa-siapa. Berusahalah untuk mempelajari sesuatu dari kebijaksaan ini. Jangan berbuat licik melalui kemudaanmu, kekayaan ilmu pengetahuan dan jabatan kalian. Meskipun kalian profesor, kalian akan lupa semuanya pada saat berumur 80 tahun. Kalian akan mengalami kemunduran. Maka berusahalah untuk mengenal diri kalian sendiri sebelum kalian mulai belajar tentang hal disekeliling kalian.

Sekarang ini, ilmu pengetahuan bertolak belakang. Mereka ingin mengetahui tentang segala sesuatu tapi tidak untuk mengenal diri mereka sendiri. Kita telah dijajah oleh segala sesuatu disekeliling kita. Hal tersebut mengakibatkan kepercayaan kita melemah dan makin melemah. Dan masalah-masalah kita menjadi puncak pemikiran kita. Ketika kepercayaan / spiritualitas mengalami kemunduran, maka masalah akan naik, karena tidak ada keseimbangan dalam membawa beban kehidupan tanpa kepercayaan/spiritualitas.

Walaupun sebuah kepercayaan mendasar dapat memberikan dukungan kepada manusia. Sebuah tongkat dapat menopang topi, tapi tidak dapat menopang gedung. Manusia harus memohon untuk memperoleh kepercayaan yang cukup teguh agar tidak terjerumus. Landasan dari kepercayaan itu harus bersadarkan atas pengertian manusia sehingga keduanya dapat tumbuh bersama-sama. Sang Pencipta tahu tentang tabiat dan karakteristik hamba-hambaNya. Tidak ada satupun yang mengetahui lebih dari Dia. Karenanya alasan Dia mengirimkan Pesan Surga" melalui Hamba SurgaNya kepada manusia agar mengajarkan bagaimana cara melakukan Layanan Illahi, bagaimana cara menyembah Dia.

Alasan itulah mengapa kita diciptakan. Bila kalian tidak melakukannya (menyembah Allah), maka kalian tidak berarti. Jika kalian ingin diterima dalam Hadirat Illahi, kalian harus memenuhi Layanan Illahimu. Kalian akan menemukan Layanan Ilahi dalam setiap agama. Inilah dasar kuat yang seharusnya diketahui dan dilindungi oleh setiap orang. Jika orang-orang tidak menjaga aturan tersebut, -melakukan Layanan Illahi setiap hari- maka kehormatan sebagai manusia hilang.

Kalian tidak lelah makan beberapa kali dalam sehari, tapi sholat satu kali saja rasanya sulit sekali bagi sebagian besar orang. Layanan Illahi adalah kehormatan tertinggi yang Allah berikan kepada kita. Jika seorang raja menawarkan kalian satu layanan tertinggi dan kalian menolaknya, maka akan jadi apa kalian? kalian mengerti maksudnya? Allah menyembunyikan diriNya, meskipun demikian Dia memerintahkan kita melayaniNya. Ini tidak berlebihan jika seorang raja memintanya. Dia tidak kekurangan kebesaran dan kemuliaan. Dia telah memerinta kita untuk datang ke Layanan Illahi. Kalian tidak diciptakan untuk saling berperang, kalian diperintahkan untuk sholat dan beribadah.

Abad 20 dimulai dengan ateisme yang kemudian mencapai puncak tertinggi materialisme. Perang dunia kedua ingin menghancurkan semuanya, dan kini perang dunia ketiga sedang dipersiapkan. Semua orang adalah hamba. Saya adalah hambaNya, ratu juga hambaNya, menteri, sultan…mereka semua adalah hambaNya. Nabi Muhammad saw dan awliya/saints adalah hamba. Mereka bangga menjadi hamba bagi seorang Raja yang kuat dan mulia. Setiap orang seharusnya melihat diri mereka dengan cara berbeda dan amati tujuan yang mereka miliki. Mereka seharusnya berusaha untuk memuliakan Tuhan sebanyak mungkin, berusaha untuk menghindari setan dalam komunitasnya.

Banyak manusia yang menjadi perwakilan setan yang tujuannya agar semua agama mendukung mereka (setan) daripada melakukan penyembahan kepada Tuhan. Mereka semua harus dikalahkan. Setiap hari kalian melihat dari televisi apa yangtelah mereka raih. Menghabiskan waktu berjam-jam ditelevisi, bukan ini alasan kita diciptakan. Kita telah diperintahkan untuk mendukung kemanusiaan di bumi, bukan untuk menghancurkannya. Tapi itulah yang setan dan pendukungnya ingin lakukan. Berusahalah bersama kebenaran dan mempercayakan yang satu dan kalian akan meraih kedamaian di bumi dan kesenangan setelahnya (akhirat).

Ketuhanan tidak akan pernah dilimpahkan; bukan pemberian untuk segala ciptaan-Nya, karena tidak akan ada yang mampu menempati posisi itu. Posisi itu hanyalah untuk satu yaitu Dia Yang Maha Esa, Sang Pencipta ! Orang-orang Kristen mengatakan, ‘Tuhan kami Yesus Kristus’. Itu suatu kesalahan yang besar ; itu tidak bisa diterima. Kesalahan terbesar yang dikatakan bagi Jesus Christ, bahwa dia adalah Tuhan, karena beliau adalah sebuah ciptaan, beliau adalah manusia. Ketuhanan tidak menerima seorang partner atau mitra, Allah adalah Tuhan Yang Satu. Jika kalian menyebut : "Yesus Kristus adalah Tuhan” – Bagaimana dengan Yang Pertama? Tuhan Yang Esa, apakah Dia sedang absen, pensiun atau mempensiunkan diri-Nya ? Ataukah Tuhan sedang menarik Diri agar bisa memberikan Yesus Kristus tahta Ketuhanan? Apa alasannya ?

Apakah Yesus sebagai pewaris-Nya? Mengapa? Tuhan sedang lelah atau pensiun ? Tidakkah mereka berpikir seperti itu untuk mengoreksi kepercayaan mereka demimemuja Tuhan Surgawi ! Saya telah bertemu dengan mereka para pendeta yang telah membaca kitab sucinya, namun mereka tidak pernah memahaminya. Bahkan kitab sucinya berbeda-beda satu sama lain. Mereka tidak pernah mengerti karena tidak ada cahaya dalam hati mereka! Jika kalian memberi seseorang buku, lalu dia membacanya dalam kegelapan, apa yang bisa mereka pahami?

Dan tiap-tiap orang sadar betapa mereka bergantung pada pikiran-pikirannya sendiri. Saat mereka bertanya pada Mawlana Shaykh Nazim, " Bagaimana kami menyesuaikandiri saat sesuatu muncul, karena kami bukan orang-orang terpelajar yang memiliki ilmu?" Syaikh Nazim menjawab," Pakailah akalmu untuk menimbang masalah-maslaah yang ada didepanmu. Jika akalmu menerimanya, terimalah. Bila tidak, hal itu memberi kesempatan melakukan apa yang setan mau." 

Seperti saat ego kalian berkata "Pergilah merokok." Apa yang dikatakan akal kalian tentang merokok ? akal bilang : "Tidak baik untuk kesehatan dan mengakibatkan berbagai macam kanker. "Artinya seharusnya kalian hilangkan merokok itu dari kehidupan kalian. Akal kalian mengatakan hal itu buruk namun kalian tidak mendengarkannya. Nabi bersabda, kulli muddurin yuqtal - "Semua yang merusak adalah membunuh." Kata-kata yang digunakan adalah membunuh. Namun tiap kata tidak diartikan secara harfiah, harus dipahami secara simbolik. Jika seekor singa akan menyerang, kalian boleh membunuhnya.

Ada seekor kalajengking spiritual yang dapat membunuhmu, sebagaimana seekor singa spiritual yang dapat menyerangmu. Hal ini seperti "rokok", itulah artinya kenapa akal kalian mengatakan ini adalah salah. Rokok sama saja seperti Obat-obat terlarang. Beberapa orang mengatakan rokok adalah merusak, namun tidak masalah dengan marijuana. Saya katakan pada mereka, "Jangan merokok." Jawabnya , "Aku tidak merokok." Saya katakan lagi, "Saya melihat kalian merokok." Dia menjawab lagi, "Bukan Ini adalah marijuana, bukan rokok." Namun saat itu akal kalian berkata "Ini adalah hal yang buruk."

Jika kalian hanya tahu dasar Shari`ah, gunakan akal kalian untuk membedakan apa yang baik bagi kalian dan apa yang tidak, apa yang membuat Allah SWT senang pada kalian, dan apa yang membuat Nabi saw senang pada kalian. Memakai cara lain akan menyesatkan dan hanya mengikuti jalan setan. Mereka berkata 'Black Hole – Lubang Hitam, "dan kami menemukan kalau Black Hole menelan dan menarik segala sesuatu (disekitarnya), seperti sebuah penghisap. Apapun yang melintasinya, akan dihisap, dan yang dihisap akan menghilang..." Mereka merekam Black Hole, tetapi sesungguhnya masih ada lubang-lubang lain yang mungkin yang sama: disatu sisi menelan / menghisap, dan disatu sisi lainnya membuat galaksi baru dan melemparkan (galaksi baru ke tempat yang jauh)...

Namun itu belum diketahui... Mereka hanya mencari ciptaan atau planet-planet yangbisa lenyap, selesai, dan mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya penciptaan terus berlangsung, penciptaan tidak pernah berhenti. Sejak kapan penciptaan terjadi? Penciptaan tidak tergantung pada waktu! Penciptaan terus berlangsung, tidak ada yang tahu kapan awal dan akhirnya. Sekarang kalian hanya mencari dan melihatbahwa kami telah mendarat diatas planet dan kami tidak tahu kapan itu terjadi dan kami tidak pernah tahu kapan akan berakhir.

Penciptaan adalah Atribut Illahi Allah yang Maha Kuasa; Dialah sang pencipta. Kalian dapat bertanya padaNya, "Sejak kapan penciptaan berlangsung?" Pada saat itu Tidak ada waktu untuk mengukur! Belum ada jam... (untuk mengetahui) pukul berapakah penciptaan bermula? Mereka berkata,"Dahulu ada satu ledakan besar (Big Bang) yang menghasilkan satu milyar bagian dalam satu detik", mereka berkata dengan yakin dan orang-orang turut berkata,"Big Bang" dengan bagganya (biarlah Big Bang jatuh menimpa kepala kalian... atau Big Ben di London atau Bel di Big Bang jatuh menimpa mereka! Dan mereka tetap berkata "Ini benar adanya".

Sesungguhnya semua itu telah tercantum dalam Kitab Suci, tetapi mereka tidak mau menerima segala yang berasal dari kitab surga. "Kami tidak menerimanya", tapi mereka menerima teori Big Bang! Big Bang telah menendang dan memakan mereka! Itulah pengetahuan populer untuk mereka para scientist dan juga teori Darwin, teorinya yang terkenal tentang awal mula kehidupan. Mereka berpikir bahwa mereka telah ada, tidak pernah ada kejadian (penciptaan). "Kitab Suci" melawan "pengetahuan mereka” dan mereka berkata,"Kami tidak menerimanya", tapi bagai kebodohan seperti teori-teori diatas mereka berkata,"Ini 'pengetahuan yang positif'".

Dan Mawlana mengatakan, “Tidak mungkin pengetahuan positif! Itu hanya imajinasi dan teori mereka! Ya karena mereka berkata, "Dari kera menjadi manusia" dan satu orang bertanya padaku, "Oh Syekh, jikalau umat manusia bermula dari kera, maka kera berasal dari apa?" Mawlana menjawab, "Ya Hu, kalian manusia yang tidak berpikir! Jika umat manusia berasal dari kera seperti kata kalian maka kera juga berasal dari manusia, selesai...”. (Hmm, saya) tidak pernah memikirkan itu"..."Hanya kera diciptakan diwaktu malam, manusia diwaktu siang"... Jangan berpikir!

Kita telah dianugerahi pengetahuan; kehormatan manusia dengan (diberikan) pengetahuan, karena malaikat berkata, "O Tuanku, Engkau bersabda, "Aku menciptakan makhluk baru yang akan berperan sebagai wakilKu di bumi, 'Khalifah', dan (melalui) ilmu kami, kami mengetahui kalau makhluk baru tersebut sangat buas terhadap sesamanya, sangat tega dan tidak menaruh belas kasihan, sangat penindas, sangat galak, bahkan binatang buaspun malu ketika melihat kekerasan dan kekejaman yang dilakukan oleh makhluk yang Engkau namakan manusia 'Bani Adam', Adam!"

Saat ini manusia memperhatikan dan melihat beberapa mahkluk seperti singa dan binatang buas lainnya yang mengejar binatang lain, memburu dan memakannya, danmereka berkata, "Mereka binatang yang sangat buas!" Tapi binatang buaspun berkata, "Kami hanya memburu satu saja sebagai bahan makanan kami. Kemudian kami duduk dan mensyukuri karunia yang telah diberikan Tuan kami, Dia memberikan kami makan (dan) merasa puas dan kami mensyukuri nikmat Tuhan kami. Tapi kalian, umat manusia, kalian membunuh, membunuh ratusan dan jutaan manusia lainnya tanpa sebab– bagaimana bisa kalian menyalahkan kami dan menyebut kami binatang buas?

Kalianlah makhluk yang paling buas!". Dan malaikat berkata bahwa inilah yang membuat mereka heran, mereka tidak menentang apa yang Allah Maha Kuasa ciptakan, tapi mereka memberikan mutaala (opini) terhadapnya, dan Allah yang Maha Kuasa bersabda,"Aku tahu. Aku tahu apa yang kalian ketahui, dan Aku juga tahu apa yang tidak kalian ketahui!" dan, "… 'allama-llaha Adam asma…" lalu Allah Maha Kuasa mengajari Adam, memberikan Adam 'alayhis salam ilmu yang tidak diketahui oleh para malaikat, malaikat Azazil yang menentang kemudian berubah nama menjadi Setan. Sebelum menentang Kehendak Allah Maha Kuasa, setan bernama Azazil, nama yang terhormat, tapi ketika dia menentang Perintah Suci, maka berubahlah ia dan namanya pun turut berubah.

Dia yang Maha Kuasa mengajarkan Adam 'alayhis salam pengetahuan yang tidak diketahui oleh para malaikat dan Allah yang Maha Kuasa bertanya,"Katakan, O para malaikat, nama-nama disekelilingmu; semua nama yang ada disekelilingmu!" dan mereka menjawab," O Tuanku, kami tidak diberikan pengetahuan tentangnya!" Dan Allah yang Maha Kuasa memerintahkan, "O Adam, ajari mereka! Katakan!" Dan Adam 'alayhis salam menyebutkan semuanya seperti yang telah Allah Maha Kuasa berikan pada beliau dan para malaikat berlutut. Kemudian Allah yang Maha Kuasa memerintahkan, "Berlututlah kepada Adam!" dan semua malaikat berlutut kepada Adam as.

Karunia berupa pengetahuan yang diberikan kepada Adam 'alayhis salam adalah karunia yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya; hal ini merupakan anugerah bagi umat manusia, tapi sekarang saya dengan menyesal berkata bahwa orang-orang mengklaim dirinya 'sarjana' atau 'ahli ilmu alam' atau 'master' atau 'doktor', mereka tidak mau berkata bahwa Ilmu dari Kitab Suci sebagai Ilmu! Itulah sebuah penurunan level umat manusia saat ini. Mereka mengalami penurunan dalamilmu, dari level manusia menjadi level binatang.

Dan binatang pun tidak menerima mereka tapi menendang orang-orang yang tidak menerima Ilmu dari Kitab Suci sebagai Ilmu yang Haqq. Ditendanglah mereka. "Mereka seperti binatang," Allah berfirman, "Dan tidak hanya seperti binatang, tetapi level mereka lebih rendah dari level binatang!". Binatang mengetahui Nama Tuannya, Tuan mereka, yang menciptakan mereka, tapi binatang berkaki dua, yang berkata."Kami adalah para sarjana, ahli ilmu alam dan doktor", level mereka berada dibawah level makhluk berkaki empat. Dan kalian perhatikan sekarang kemanaarah teori mereka. Teori mereka membawa mereka untuk saling bunuh! Seekor singa hanya memburu satu binatang, tapi manusia membunuh banyak orang.

Perhatikan apa yang mereka lakukan pada negara-negara lain! Mereka saling bunuh dan membunuh orang-orang tak berdosa! Dan di Hari Kebangkitan Allah yang Maha Kuasa akan bertanya, "… bi ayyi dhambin kutilat…" Tidak hanya dalam hari dimana waktu diabaikan ketika orang Arab mengubur anak-anak mereka hidup-hidup, membunuh anak-anak mereka, tapi informasi dari Allah yang Maha Kuasa tentang Hari Kebangkitan sangatlah jelas." Semoga Allah mengampuni kita dan mengirim seseorang dengan kekuatan untuk mengubah itu semua. Bagi kehormatan untuk manusia paling terhormat dalam Hadirat ilahi, Nabi Muhammad saw

Wa min Allah at Tawfiq


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Teori Darwin & Atheisme Melawan Kitab Suci Allah (15). Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Teori Darwin & Atheisme Melawan Kitab Suci Allah (15), namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Teori Darwin & Atheisme Melawan Kitab Suci Allah (15) dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top