Dikisahkan, adalah salah seorang pejabat. Ia adalah panglima tentara Hajjaj bernama Muhallah Abu Sufrah. Ia mengenakan pakaian sutera dan berjalan dengan pongahnya. Kebetulan ditengah jalan ia ditegur dan diingatkan oleh Mutharrif Abdullah Syuhairy demikian, “Wahai tuan, caramu berjalan itu dimarahi Allah dan Rasul-Nya”. Panglima Hajjaj itu menjawab, “Rupanya kau belum kenal siapa aku ini?”.
Muarrif menjawab, “Sesungguhnya aku sudah lama mengenal, siapa dirimu yang sebenarnya. Engkau berasal dari sperma yang menjijikkan, kemudian akhir hayatmu engkau hanya akan menjadi bangkai busuk saja. Selama ini yang kau bawa kemana-mana adalah kotoran yang berbau dalam perutmu”.
Mendengar jawaban yang demikian itu, panglima tentara Hajjaj yang semula pongah itu akhirnya sadar dan tak sombong lagi
Imam Al-Ghazali
Post a Comment Blogger Disqus