Mistikus Cinta

0
Mursyid ke-34
Syaikh Muhammad Effendi al-Yaraghi
Dalam Naqshbandi Sufi Way, The Golden Chain

“Karena Cinta-Mu, Aku tidak pernah berhenti berdiri di suatu maqam di mana akal kebingungan.” (Abul-Hasan an-Nuri).

Beliau adalah seorang Imam yang shaleh yang dihormati oleh setiap orang. Beliau membawa perbendaharaan pengetahuan dan tata aturan dan perilaku yang menarik dari dalamnya. Perkataan beliau yang sangat banyak bagaikan buku panduan bagi para pencari. Dari keningnya bersinar Cahaya Pengetahuan Surgawi. Beliau sangat berani dalam pertempuran melawan penjajahan Rusia yang berlangsung di masanya. Beliau mempunyai Iman yang sejati dan keyakinan yang murni. Beliau sangat rendah hati kepada setiap orang. Beliau melahirkan tanda-tanda kesempurnaan dalam meletakan ego di bawah pengendaliannya. Beliau mendorong banyak orang untuk mengikuti Thariqat Sufi Naqsybandi dan memberi dukungan terhadap ucapan, tindakan dan hati mereka. Beliau adalah Taman yang penuh dengan Mawar di mana kumbang–kumbang berdatangan untuk mendatangi nektar dan menghasilkan madu terbaik. Orang-orang berlari mendekatinya untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat nanti.

Beliau (dalam dirinya) sendiri adalah Tanda dari Kekuatan Ajaib dalam hal mengetahui rahasia hati dari para pengikutnya dan menunjukan jalan menuju tingkat yang sempurna dari Cinta Ilahi. Beliau adalah seorang tokoh Sufi besar, seorang yang pengetahuannya luas dan dikenal di seluruh bangsa yang berada di sekitar Daghestan. Keharuman namanya tersebar mulai dari Turki, Persia, dan seluruh Negara Arab. Hati beliau penuh dengan ketulusan, sementara jiwanya lembut dan murni. Beliau mempelajari pengetahuan eksternal untuk melengkapi pengetahuan internal. Beliau adalah seorang cendikia di bidang al-Qur’an dan Hadits. Beliau juga menguasai ilmu syari’ah, kimia, astronomi, dan logika. Beliau adalah referensi dari semua ilmu.

Di siang hari beliau melatih ribuan muridnya mengenai strategi militer untuk melawan Rusia dan di malam harinya beliau mengajarkan spritualitas. Beliau jarang sekali tidur, tidak lebih dari dua jam dalam sehari. Makanannya seringkali hanya berupa air, dan pakaiannya hanya berupa selembar kain wool. Beliau dikenal di seluruh Daghestan. Beliau hidup di masa pemerintahan Syah Syamus, seorang Gubernur Daghestan yang memerintah dengan tangan besi dan kejam.

Beliau lahir di Kural, Syirwan, Daghestan pada hari Selasa, 2 Dzul-Qaidah 1191 H/1777 M. Beliau bertubuh tinggi, berkulit putih, berjanggut putih dan bermata hijau. Dari Ucapannya Beliau pernah berkata, “Jika para pecinta Tuhan Yang Maha Esa mengungkapkan Cinta mereka kepada-Nya, maka dari deskripsinya itu setiap pecinta akan meninggal.“

“Para pencari (murid) tidak menginginkan apapun bagi diri mereka kecuali yang Allah telah tetapkan baginya. Dan dia tidak membutuhkan apaun dari alam semesta ini kecuali Tuhannya.” “Jika seorang pencari, setelah berpuasa selama lima hari berkata ‘aku lapar’ maka dia tidak cocok mengikuti thariqat kami.” “Depresi dalam hati berasal dari tiga macam penyakit, yaitu: kehilangan keharmonisan dengan alam, mengikuti kebiasaan yang menyimpang dari Sunnah dan mengikuti orang-orang yang korup (fasik). “

“Ketika hati sangat mendambakan untuk menyaksikan Zat Allah , maka Allah akan mengirimkan Sifat-Sifat-Nya. Mereka akan menjadi tenang, tentram dan merasa sangat bahagia.” Pembuktian adalah untuk mata. Kesaksian (musyahada) berasal dari hati. Penyingkapan (kasyf) adalah untuk rahasia (asrar) dari penglihatan spiritual.“

“Kapankah Allah tidak senang dengan hamba-Nya? Yaitu, ketika seorang hamba merasa terganggu dengan lamanya berdzikir secara kolektif. Jika adalah cinta sejati, maka itu akan terasa seperticintanya terhadap Allah sekejap mata .” “Kematian menolak kebahagiaan bagi yang mencintai kehidupan dunia. “ “Allah tidak akan pernah mengangkat seseorang yang mencintai uang.” “Cinta seorang yang beriman bagaikan sebuah cahaya dalam hatinya.” “Islam berarti menyerahkan hatimu kepada Tuhanmu dan tidak menyakiti orang lain. “
Sebagai tanda kerendahan hatinya beliau pernah berkata, “Jika seseorang dipanggil keluar dari mesjid ‘Yang paling fasik diharap keluar!’ ‘maka Aku adalah orang pertama yang akan keluar. ‘” “Barangsiapa yang mendatangi Allah dengan hatinya, Allah akan mengirimkan hati seluruh hamba-Nya kepadanya.” “Aku melihat dalam diri manusia karya ciptaan Allah tetapi konsep yang salah dari mereka membuat mereka buta dengan pandangan ini, dan aku mendengar dari mereka dzikir yang tak pernah berakhir untuk memuji Sang Pencipta, tetapi telinga mereka sendiri tuli untuk hal itu. “

”Tidak setiap orang mampu memakai pakaian dari wool, untuk memakai pakaian ini dibutuhkan kemurnian hati.” “Barangsiapa yang memakai baju wool dengan kerendahan hati, maka Allah akan meninggikannya dan menyinari hatinya. Barang siapa yang memakainya dengan arogan dan sombong, Allah akan merendahkannya.

Beliau biasa menempatkan muridnya untuk berkhalwat dalam beberapa tingkatan. Murid senior yang sudah banyak melakukan khalwat, akan diperintahkan untuk melakukan khalwat yang sangat ketat di ruangan bawah tanah yang khusus. Beliau menerima pria dan wanita yang datang kepadanya untuk meminta nasihat. Beliau juga mempunyai murid pria dan wanita yang beliau tempatkan untuk berkhalwat, masing-masing di ruangan yang terpisah.

Seorang cendikiawan yang cemburu atas kepopuleran Syaikh Yaraghi berupaya untuk menghancur kan reputasinya dengan mengadukan Syaikh Yaraghi kepada Gubernur Daghestan, Syah Syamus, dan menyatakan bahwa Syaikh Yaraghi mencampur murid-murid pria dan wanita. Cendikiawan itu berkata kepada gubernur, “Orang itu menghancurkan syari’ah,” walaupun di masa itu, Syaikh Yaraghi dikenal sebagai orang yang ketat dalam menjalankan syari’ah dan Sunnah.

Cendikiawan tersebut berusaha menekan gubernur agar menjebloskannya ke dalam penjara. Gubernur kemudian mengirim utusan kepada Syaikh Muhammad Effendi al-Yaraghi dengan sebuah surat. Syaikh membaca surat itu dan berkata kepadanya, “Tunggu! Aku akan memberikan hadiah untuk gubernur dengan syarat dia tidak membukanya sampai Aku tiba di hadapannya.” Beliau lalu masuk ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa sebuah kotak yang diberikan kepada kurir itu. Gubernur menerima kotak itu dan dia merasa takut untuk membukanya. Sayyidina Muhammad Effendi al-Yaraghi datang bersama para pengikutnya. Ketika beliau masuk gubernur berdiri menyambutnya, orang–orang yang melihatnya terkejut dan sadar bahwa sesuatu telah terjadi, karena bukanlah kebiasaan gubernur untuk berdiri menyambut seseorang.

Syaikh berkata, “Buka kotak itu!” Dia membuka kotak itu dan menemukan sebuah surat di dalamnya. Di bawah surat itu terdapat batu bara yang membara. Di bawah bara api itu terdapat selembar kain, sama sekali tidak terpengaruh oleh bara itu. Di bawah kain terdapat serbuk mesiu. Syaikh berkata lagi, “Baca surat itu!” Dia membuka surat itu dan mulai membacanya dengan keras, “Kepada gubernur. Walaupun tuduhan kepada kami tidak benar, namun demikian kami ingin bertanya, adakah seseorang yang mampu menjaga sekotak penuh bara api yang menyala dan di bawahnya terdapat serbuk mesiu selama satu minggu…,” saat itu gubernur mulai bergetar. Syaikh berkata kepadanya, “Jangan gemetar. Baca terus!” Gubernur itu melanjutkan, “…di mana terletak serbuk mesiu selama satu minggu tanpa menimbulkan bahaya atau ledakan, apakah dia tidak sanggup untuk menjaga murid-muridnya, baik pria maupun wanita dari ledakan dengan api gairah?”

Suatu waktu seorang ibu membawa anak laki-lakinya kepada Syaikh. Anak itu berumur empat bulan. Syaikh memanggil anak itu, dan yang membuat orang-orang takjub adalah karena anak itu berjalan menuju Syaikh. Beliau berkata kepada anak itu, “Ikuti apa yang Aku baca,” dan anak itu mengulangi bacaan Surat al-Ikhlash (surat ke-112). Syaikh lalu berkata, “Bacalah surat itu sendiri,” dan anak itu membacanya sendiri. Seseorang yang melaporkan peristiwa itu berkata, “Aku bertemu lagi dengan anak itu 30 tahun kemudian, dan dia menunjukkan kemampuan intelegensi yang sangat tinggi seperti pada saat berada di depan Syaikh.”

Jihad Syaikh Muhammad Effendi al Yaraghi

Leslie Blanch menyatakan dalam bukunya, “Sabres of Paradise," bahwa Syaikh Muhammad Effendi al-Yaraghi merupakan Syaikh dari Imam Syamil an-Naqsybandi. Selama peperangan mereka melawan Rusia, beliau mengajarkan strategi dan taktik, sebagaimana yang dilakukan oleh Sayiddina Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni kepadanya.

Dalam bab 34 Gammer berkata mengenai Syaikh, dalam bukunya, “Muslim Resistance to the Tsar...” “... Pada saat lingkaran kilauan bayonet tentara Rusia mendekat dari segala sisi, pengaruh Mula Muhammad [al-Yaraghi]telah berkembang dengan baik tahun demi tahun. Yang tidak dapat diraba, non-material, pengaruh itu diam-diam mampu menembus barikade baja yang runcing secara meyakinkan bagaikan sebuah kapal khayal yang melewati karang yang menghadang, atau seperti kobaran api yang merayap melawan angin. Dua kekuatan, material dan moral, bergerak dalam lingkaran yang terpusat dengan arah yang berlawanan, dengan langkah yang terjaga secara kompak, dan ketika di bagian luar di Pusat Daghestan tampak semangat kebebasan terinjak di bawah kaki tentara-tentara Tsar, api keramat siap untuk meledak keluar dan menerangi tanah di semua penjuru, bahkan sampai ke perbatasan terluar.” “Sumber Rusia secara sepakat mengaku bahwa sejak awal Muhammad al-Yaraghi dan murid-muridnya mengobarkan semangat jihad melawan Rusia. Ini tidaklah mengejutkan… Lebih jauh lagi, peranan Sufi ta'ifas, khususnya Naqsybandiyya, dalam gerakan jihad seluruh ummat Muslim telah ditegaskan…. [karena] pengaruh ceramah yang diberikan oleh Muhammad al-Yaraghi.” “...Perhatian pertama dari Muhammad al-Yaraghi dan murid-muridnya adalah membangun dan menegakkan syari’ah dan menghapus ‘adat [kebiasaan yang terus dipakai].”

Syaikh berbicara kepada penduduk yang bermukim di pegunungan Daghestan, “Kalian bukan Muslim, bukan Kristen dan bukan pula atheis… Rasulullah bersabda, “dia adalah seorang Muslim yang sejati… yang mematuhi al-Qur’an dan menyebarkan syari’ahku. Dia yang bertindak menurut perintahku akan berdiri di surga lebih tinggi daripada semua Awliya yang mendahuluiku.”… ”Berjanjilah, Wahai manusia, untuk menghentikan semua kebiasaan buruk dan selanjutnya menjauhi perbuatan dosa. Gunakan waktumu, siang dan malam di masjid. Beribadahlah kepada Tuhan dengan bersemangat. Memohonlah ampunan dengan meratap kepada-Nya. Syaikh Yaraghi seringkali memprediksi masa depan para pengikutnya dan prediksinya selalu menjadi kenyataan. Ketika penderita tuna netra dan cacat mendatanginya dan beliau berdo’a untuk mereka, mereka menjadi sembuh. Jika orang miskin datang kepadanya dan beliau berdo’a untuk mereka, mereka akan menjadi kaya raya.

Beliau meninggal pada hari Rabu, 17 Muharram 1265 H/1848 M. Beliau memberi otoritas kepada penerusnya, Sayyid Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni untuk menjadi Pemimpin Thariqat berikutnya, dengan Rahasia yang telah diberikan oleh Syaikh mereka berdua, Sayyidina Isma`il asy-Syirwani, dan sebagaimana beliau telah diperintahkan olehnya.


Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Muhammad Effendi al-Yaraghi | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top