Mistikus Cinta

0


Dikenal Wali yang Mandi Ucape

Wali Gembyang merupakan salah satu ulama terkenal penyebar agama Islam dan juga pendiri di Kabupaten Kendal. Oleh karena itu Wali Gembyang termasuk sosok yang dituakan di kabupaten ini. Beliau dimakamkan di Kelurahan Patukangan. 

Selain makam Wali Joko dan Wali Hadi, di Kabupaten Kendal juga terdapat makam seorang wali yang namanya cukup tersohor dan dituakan. Makam tersebut berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Masjid Agung Kendal. Tepatnya di Kelurahan Patukangan, Kec. Kota Kendal, Kabupaten Kendal. Untuk menuju ke makam, peziarah bisa menaiki becak yang telah tersedia di depan masjid.

Setelah sampai di lokasi akan terlihat bangunan dengan ukuran sekitar 6x8 meter dengan papan nama bertuliskan “Makam Wali Gembyang”. Tidak jauh dari makam tersebut terdapat rumah penjaga makam atau juru kunci. Peziarah disarankan meminta izin terlebih dahulu jika ingin masuk atau berziarah karena ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah-sudah.

Konon Wali Gembyang merupakan sosok kiai pejuang yang memperjuangkan Kabupaten Kendal. Beliau juga merupakan seorang ulama yang memiliki kelinuwihan. Selain berjuang Wali Gembyang juga mensyiarkan ajaran Islam seperti yang dilakukan oleh para waliyullah.

Nah, sebelum berjuang di Kendal, rupanya Wali Gembyang telah terlebih dahulu mensyiarkan Islam di negara Cina. Cukup lama beliau hidup di Cina. Di sana beliau dipanggil dengan nama Han Byan. Padahal nama asli Wali Gembyang adalah Hamzah. Dari nama aslinya bisa disimpulkan bahwa beliau berasal dari negara Arab yakni Hamzah. Sedangkan Gembyang merupakan nama panggilan yang semula Han Byan.

Kemudian Beliau masuk ke Jawa dan sempat melakukan pertemuan dengan Sunan Kalijaga di Demak. Setelah itu Beliau diutus untuk menuju Kendal dan mengembangkan ajarannya. Sesampainya di Kendal Wali Gembyang benar-benar berjuang dan membantu mengembangkan Kabupaten Kendal dalam segala bidang.

Sekitar tahun 1628 Masehi, dalam perjuangan serta syiarnya, Wali Gembyang memiliki ribuan santri yang ikut dalam ajaran Toreqot Syatariyah. Semasa hidupnya Wali Gembyang dikenal dengan sifatnya yang ramah, sederhana dan sopan. Namun dibalik itu semua beliau memiliki suatu kelinuwihan yang sungguh luar biasa.

Beliau dikenal dengan kesaktiannya saat berucap sumpah dalam beradu kebenaran.. Karena apa yang diucapkan oleh Wali Gembyang atau ucapan orang lain yang beradu kebenaran, maka hal itulah yang bakal benar-benar terjadi, dalam bahasa Jawa sering disebut dengan “Mandi Ucape”. Sebab dahulu pernah ada kejadian yang benar-benar membuat kaget.

Ada sepasang suami istri yang sedang bertengkar datang ke makam Wali Gembyang. Sempat saya dengar mereka melakukan sumpah jika salah satu dari mereka akan menerima akibatnya jika berkata tidak benar. Tidak jauh melangkah dari makam sang suami langsung jatuh pingsan kemudian dibawa ke rumah juru kunci.

Setelah dibacakan berbagai macam doa, tiba-tiba sang suami tersadar dan langsung memeluk istrinya sambil mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Sejak itulah setiap peziarah yang baru sekali datang ke makam Wali Gembyang akan diberi tahu agar tidak berbicara kotor dan mengucapkan sumpah di areal makam.

Dilarang Bersumpah

Sebisa mungkin bagi orang yang memiliki masalah akan berusaha ditengahi terlebih dahulu oleh Jayus Asrori, baru bisa melanjutkan ziarah. “Tidak sedikit orang yang datang ke makam Wali Gembyang untuk melakukan sumpah-sumpahan,” ungkapnya.

Karena kekeramatannya inilah kemudian banyak peziarah yang berdatangan baik itu dari Kendal maupun dari luar kota Kendal. Bahkan tidak jarang ada yang menginap hingga berhari-hari dengan alasan ingin mencari karomah dari Mbah Gembyang.

“Saya sering mengingatkan peziarah, jangan meminta kepada Mbah Gembyang, mintalah kepada Allah. Karena kita yang masih hidup tidak bisa meminta kepada orang yang sudah meninggal karena orang yang meninggal hanya bisa menerima doa kita yang masih hidup,” tutur lelaki yang sudah berusia 44 tahun ini.

Banyak sekali peziarah yang salah kaprah tentang hal ini. Banyak dari mereka yang meminta agar diberi keselamatan dunia dan akhirat, serta diberikan panjang umur, ditambah rezeki, dilunasi utang, bisa segera pergi haji, menjadi khusnul khotimah saat maut menjemput, dan lain sebagainya kepada Mbah Gembyang.

Berkali-kali pula sang juru kunci mengingatkan agar tidak salah arah. Walau dianggap keramat, makam tetaplah makam, dan di dalamnya hanya jasad orang yang sudah meninggal. Jadi jika menginginkan sesuatu ingatlah hanya kepada Allah SWT. Mereka yang sudah meninggal hanya sebagai penyambung saja.

Selain terkenal dengan kekeramatan akan ucapan, Wali Gembyang juga dikenal suka berkuda saat berjuang dan mensyiarkan agama. Hingga saat ini tidak jarang para peziarah yang kerap mendengar derap langkah kuda di sekitar makam. Padahal di Kelurahan Patukangan tidak ada satu pun penduduk yang memiliki kuda.


Lokasi Makam Wali Gembyang

Makam Wali Gembyang di Kelurahan Patukangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah termasuk makam wali yang banyak dikunjungi.

Setiap hari selalu ada peziarah yang datang ke Makam Wali Gembyang, baik di pagi hari hingga malam hari.

Bangunan Makam Wali Gembyang cukup bagus dan sudah berkeramik.

Oleh karena itu rombongan peziarah bisa masuk ke bangunan makam untuk tahlil dan berdoa bersama.

Di sebelah bangunan Makam Wali Gembyang terdapat mushola lengkap dengan tempat wudhu dan kamar mandi untuk pria dan wanita sendiri-sendiri.

Terdapat juga area parkir khusus sepeda motor yang cukup luas.

Makam Wali Gembyang berada di pusat Kota Kendal, sehingga mudah dijangkau peziarah.

Lokasinya berada di tengah pemukiman, sehingga untuk kendaraan roda empat agak sulit masuk.

Mini bus atau bus dari Jalan Raya Pantura bisa lewat jalan sebelah Pegadaian, kemudian untuk parkir bisa di parkir lapangan tenis.

Tiap tahun, tepatnya tanggal 9 Syawal rutin digelar haul Akbar Wali Gembyang.


Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Wali Gembyang, Kisah Sang Penyebar Islam Di Kendal - Jawa Tengah | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

Emoticon
:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

 
Top