Mistikus Cinta

0

Awliya'ullah meletakkan dua level dzikir pada lidah kalian: Maqam at-Tawhiid, yaitu untuk menyangkal dan mengafirmasi, nafiy wa itsbaat, itu adalah langkah pertama; dan dzikir dengan Asma "Allah" yang mencakup seluruh Asmaul Husna lainnya.

قُلِ اللّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Katakanlah "Allah," kemudian biarkan mereka bermain-main dengan kesesatannya. (Surat al-An`am, 6:91)

Itu artinya, "Wahai Nabi!  Jangan dengarkan mereka yang tidak bersamamu, seperti halnya cahaya yang datang kepada Musa sebelum engkau!  Katakanlah "Allah," dan biarkan mereka bermain-main dan menghabiskan waktu mereka!"  Dan itulah yang kami coba jelaskan secara simbolis, bahwa Laa ilaaha illa-Llah menunjukkan kita jalan.  Ketika kita sampai pada akhir dengan menyangkal dan mengafirmasi, menyangkal dan afirmasi lagi dan terus lagi hingga kalian menyangkal sepenuhnya segala sesuatu dari dunia dan mengafirmasi segala sesuatu dari akhirat.

Kemudian kalian mencapai Hadirat Ilahi  dan kalian mengucapkan Ism adz-Dzaat, "Allah". Itulah yang diinginkan oleh para Awliyaullah untuk dilakukan oleh para pengikutnya!  Ism at-Tawhiid, Laa ilaaha illa-Llah, adalah sebuah Nama yang menggambarkan semua yang mungkin, dan dapat terjadi.  Segala sesuatu yang mungkin dan dapat mempunyai wujud.  Jadi Awliya'ullah ingin agar kalian melakukan dzikir dengan Laa ilaaha illa-Llah, untuk menyangkal dan menghapus seluruh wujud yang masuk ke dalam hati kalian di mana kalian menginginkannya melalui syahwat duniawi kalian.

Jadi, Laa ilaaha illa-Llah menyingkirkan semua tampilan ini dan membuat kalian menjadi suci.  Jadi dengan menyangkal dan mengafirmasi kalian membersihkan seluruh debu sifat manusia dari kehidupan ini.  Kalian membersihkan sepenuhnya debu-debu penampakan segala sesuatu dalam kehidupan manusia di mana kita berada di dalamnya dari wajah Maqaam al-Ahadiya yang unik, level Keunikan yang membawa kalian menuju Ism adz-Dzaat Allah dalam Hadirat Ilahi, yang digambarkan dengan Nama yang Unik dari Essensi yang mencakup seluruh Asmaul Husna wal Sifat.  Jadi dengan menyangkal syahwat manusiawi, kalian akan mengafirmasi seluruh cahaya yang berada dalam Hadirat Ilahi.

Itulah sebabnya Awliya mengatakan bahwa bukan hanya ada 99 Nama, tetapi Haqiqat Sang Khaliq Tidak Diketahui secara Mutlak, yaitu Esensi Ilahiah Allah.  Mereka mengatakan bahwa Nabi (saw) pun tidak dapat mengetahui apa-apa mengenai Esensi Ilahiah, kecuali apa yang muncul dari Asmaul Husna wal Sifaat ini dalam jumlah tak terhingga yang dapat diambil dari hatinya Nabi (saw)!

Ketika kalian menyangkal kehidupan manusia, lambat laun debu yang menutupi hati kalian akan dibersihkan, hingga ia menjadi transparan, hingga kalian mencapai mata air ilahiah.  Itulah ma`rifatullah, bukan melalui Dzaat, Esensi, tetapi mengetahui Allah melalui Asmaul Husna wal Sifat-Nya yang diberikan kepada Nabi (saw) dan sekarang diberikan kepada para Awliya!

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani


Anda sedang membaca Maqaam al-Ahadiya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top