Mistikus Cinta

0

Dalam perjalanan dakwahnya, Kanjeng Sunan Ampel bertemu dengan seorang pertapa di pinggir sungai. Laki-laki berpenampilan kusut masai ini terlihat berlari dari pinggir ke tengah sungai. Berulang kali. Terus menerus. Tiada henti. Tiada kehilangan semangat. Semakin sering gagal, sesering itu pula dia mencoba dan terus mencoba.

“Ki sanak,” tegur Kanjeng Sunan Ampel, “apa yang engkau lakukan?”

“Apa urusanmu dengan perbuatanku ini?” bentak si pertapa. Bola matanya hampir keluar.

“Maaf jika pertanyaanku mengganggumu. Aku hanya ingin mengetahui apa yang engkau lakukan.” Ujar Kanjeng Sunan Ampel. Santun.

“Aku sedang belajar berjalan di atas air.” jawab laki-laki tak bernama itu.

“Oh.. Sudah berapa lama engkau mempelajarinya?” lanjut Kanjeng Sunan.

“Dua belas tahun.” seru si laki-laki dengan nada tinggi.

“Engkau telah membuang-buang waktu selama itu.” ungkap salah satu sesepuh Walisanga ini.

“Apa kau bilang? Aku tidak membuang-buang waktu. Lihatlah, aku sudah bisa mencapai setengah lebar sungai selama dua belas tahun.” bentak si laki-laki.

“Jadi, engkau membutuhkan dua belas tahun lagi untuk bisa menyeberangi sungai ini?” sindir Kanjeng Sunan.

“Apa urusanmu? Enyahlah engkau, wahai orang tua!” si laki-laki naik darah. Dia tidak tahu siapa yang diajak bicara.

***

Kanjeng Sunan Ampel pun pergi. Tak lama kemudian, dari jarak yang tidak terlalu jauh dengan si laki-laki, Kanjeng Sunan Ampel terlihat menyeberangi sungai seraya berdiri, tanpa menyentuh air. Si pertapa tidak percaya melihat pemandangan itu.

Ia bergegas mendekat, lalu berenang ke arah Kanjeng Sunan Ampel yang menyeberangi sungai dengan santainya.

“Tuan, ajari aku. Maafkan kesalahanku. Aku ingin bisa melakukan ini sebagaimana engkau lakukan.” pinta si laki-laki.

Melalui kisah ini, Kanjeng Sunan Ampel hendak memberitahukan kepada kaum Muslimin bahwa dakwah adalah seni menghadirkan solusi. Ia tidak cukup dengan menyalahkan lalu berpangku tangan. Dakwah adalah memberi tahu, kemudian menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi umat. Bukan mencaci tanpa kontribusi.

Wallahu a’lam. 

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Kisah Perjalanan Dakwah Sunan Ampel | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top