Dzikir kalbu ibarat suara lebah. Ia tidak terlalu nyaring dan mengganggu, tetapi tidak pula terlalu samar tersembunyi. Ketika objek dzikir (Allah) sudah bersemayam dalam kalbu dan dzikir itu menjadi samar dan tak tampak, maka sang pendzikir takkan lagi menoleh pada dzikir dan kalbu. Tapi, kalau ia masih menoleh pada dzikir atau pada kalbunya, berarti masih ada hijab.
Keadaan saat seseorang tidak lagi memperhatikan dzikir dan kalbunya disebut keadaan fana. Dalam keadaan seperti itu, ia melenyapkan dirinya sehingga tak lagi merasakan keberadaan anggota tubuhnya dan sifat-sifat dirinya lagi, maupun hal-hal lain di luar dirinya, ataupun lintasan-lintasan jiwanya.
Semua itu ghaib dari dirinya dan dirinya juga ghaib dari semua itu untuk bergegas menuju Tuhan lalu lenyap di dalam-Nya. Seandainya masih terbersit dalam benaknya bahwa ia sedang dalam keadaan fana berarti suasana fananya masih bercampur noda dan belum sempurna. Yang sempurna adalah kalau ia telah fana dari dirinya sendiri dan fana dari kefanaannya.
Alhamdulillah
ReplyDeleteTabarokalloh
ReplyDelete