Mistikus Cinta

0

Dzikir kalbu ibarat suara lebah. Ia tidak terlalu nyaring dan mengganggu, tetapi tidak pula terlalu samar tersembunyi. Ketika objek dzikir (Allah) sudah bersemayam dalam kalbu dan dzikir itu menjadi samar dan tak tampak, maka sang pendzikir takkan lagi menoleh pada dzikir dan kalbu. Tapi, kalau ia masih menoleh pada dzikir atau pada kalbunya, berarti masih ada hijab.

Keadaan saat seseorang tidak lagi memperhatikan dzikir dan kalbunya disebut keadaan fana. Dalam keadaan seperti itu, ia melenyapkan dirinya sehingga tak lagi merasakan keberadaan anggota tubuhnya dan sifat-sifat dirinya lagi, maupun hal-hal lain di luar dirinya, ataupun lintasan-lintasan jiwanya. 

Semua itu ghaib dari dirinya dan dirinya juga ghaib dari semua itu untuk bergegas menuju Tuhan lalu lenyap di dalam-Nya. Seandainya masih terbersit dalam benaknya bahwa ia sedang dalam keadaan fana berarti suasana fananya masih bercampur noda dan belum sempurna. Yang sempurna adalah kalau ia telah fana dari dirinya sendiri dan fana dari kefanaannya.



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Dzikir Yang Tertinggi dari Allah dan Dengan Allah. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Dzikir Yang Tertinggi dari Allah dan Dengan Allah, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Dzikir Yang Tertinggi dari Allah dan Dengan Allah dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top