Mistikus Cinta

0

Adam adalah seorang manusia yang di cipta oleh Allah s.w.t, yang dimaksudkan manusia itu ialah apabila Rohani itu sudah memiliki jasad (manus adalah jasmani sementara ia ialah Rohani) jika ada jasmani tanpa Rohani maka ia bukan manusia, demikian juga jika Rohani tanpa jasmani maka ia bukan manusia, maka yang dimaksudkan manusia itu adalah dzuriat daripada Adam sebagaimana firman Allah menyatakan:


Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah muliakan Bani Adam, dan Kami angkat mereka di darat dan juga di laut dan Kami beri rezeki yang baik, dan sesungguhnya Kami lebihkan mereka dari kebanyakan (makhluk) yang telah Kami jadikan sebenar-benar kelebihan (QS. Al Isra': 70)  

Di atas pemberian Allah kepada bani Adam gelar sebagai makhluk yang di muliakan maka manusia menjadi makhluk yang terpuji dan mulia, dan makhluk terpuji itu adalah bernama Muhammad, karena Muhammad itu berarti terpuji, dan yang terpuji itu adalah yang sebaik-baik kejadian sebagaimana firman Allah menyatakan:

Artinya: Sesungguhnya Kami jadikan Insan itu sebaik-baik kejadian (QS. At Tin: 4) 

Ayat diatas menerangkan bahwa insan itu adalah sebaik-baik kejadian, sementara Allah pula beserta dengan Insan tersebut sebagaimana firman Allah menyatakan:

Artinya: Dan Allah beserta kamu dimana juga kamu berada (QS. Al Hadid: 4) 

Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah tetap bersama manusia di mana juga manusia itu berada, artinya manusia dan Allah tidak bercerai, artinya Adam dan Allah tidak mungkin bercerai, jika demikian mengapa Azazil dapat menyesatkan Adam dan isterinya Siti Hawa? 

Di sinilah timbul persoalan dan keraguan yang akhirnya melahirkan ilmu yang lebih khusus tentang istilah di antara Muhammad dan Allah itu, logisnya setan tidak boleh menggelincirkan Adam jika Allah beserta manusia (Adam)
.
Di sebabkan manusia itu ada kelebihan maka kelebihan tersebut pula di katakan melahirkan suatu ilmu yang lebih khusus karena masalah Adam dapat di sesatkan oleh syaitan walaupun Adam beserta Allah, jadi apakah ilmu yang lebih khusus itu suatu yang dapat dicapai oleh manusia, karena itu untuk menyelesaikannya mari kita tinjau dalam bentuk tanya jawab. 

Pertanyaan: Dimanakah letaknya kelebihan manusia jika di bandingkan dengan makhluk Allah yang lain?

Jawaban: Kelebihan di antara manusia dan makhluk terletak pada lembaga akal manusia karena lembaga akal maka manusia itu di kenal sebagai manusia, jika manusia tiada lembaga akal maka manusia itu setaraf dengan hewan dan syaitan 

Pertanyaan: Bukankah manusia itu sebaik-baik kejadian dan mengapa ada di antara manusia itu berperangai syaitan dan hewan? 

Jawaban: Manusia berperangai syaitan dan hewan karena adanya hawa kepada nafsu tersebut dan ia adalah suatu fitrah daripada Allah s.w.t 

Pertanyaan: Jika demikian manusia yang dikatakan sempurna itu adalah sesuatu yang tidak mutlak?

Jawaban: Untuk mendapatkan jawabannya maka kita harus faham siapa yang di maksudkan Insan yang mulia tersebut, adapun yang di maksudkan Insan yang sempurna kejadian tersebut ialah diri sebenar diri manusia yang di kenal sebagai Insan atau nyawa atau nafas atau Nur Muhammad maka dialah yang sempurna karena itulah diri manusia terbagi menjadi empat istilah yaitu diri terdiri (jasmani). Diri terperi yaitu Ruhul Yaqazah yang terdiri dari roh, Akal dan nafsu, sementara nafas atau nyawa kita di namakan diri sebenar diri, maka diri inilah yang di katakan Insan yang sempurna itu sementara diri tajalli ialah sifat Kamal yang tidak bercerai dengan Insan tersebut 

Pertanyaan: Siapakah yang sebenar diri Tajalli tersebut? 

Jawaban: Diri Tajalli tersebut adalah Tuhan Yang Maha Esa yang menggerakkan manusia dzahir dan batin yang bersifat Qadirun, Maridun, Alimun dan Hayyun 

Pertanyaan: Mengapakah Allah tidak selamatkan Adam dari gangguan syaitan? 

Jawaban: Allah wajib bersikap adil terhadap permintaan syaitan yang hendak menyesatkan Adam karena syaitan pun makhluk Allah juga walaupun dia di laknat oleh Allah, atas permohonan syaitan tersebut Allah  izinkan syaitan menggelincirkan Adam (manusia) akan tetapi Allah karuniakan Al Quran kepada manusia sebagai senjata melawan syaitan itu dan terpulanglah kepada manusia.

Katakan (wahai Muhammad) siapa yang memusuhi Jibril maka sebabnya ialah karena Jibril itu menurunkan Al Quran di dalam hatimu dengan izin Allah (QS. Al Baqarah 97).

"Hendaklah engkau selalu bersama Allah. Jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah." (HR. Abu Daud)


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Adam, Allah dan Muhammad Tidak Terpisah. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Adam, Allah dan Muhammad Tidak Terpisah, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Adam, Allah dan Muhammad Tidak Terpisah dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top