Mistikus Cinta

0
Kyai Bambu Runcing

Di antara deretan ‘Ulama di tanah air, nama Mbah Subkhi tentulah bukan nama yang asing. ‘Ulama yang asli dari Parakan ini cukup kontras dengan kehidupan di hari tuanya adalah sosok yang penuh dengan keterusterangan sikap dan ucapan. Orang tuanya adalah merupakan salah seorang pasukan Diponegoro yang kemudian berjuang dan menetap di daerah Parakan. Ia adalah salah seorang ‘Ulama yang menonjol dan sekaligus unik. Di samping lugas dalam berbicara, berani melawan yang dianggapnya tidak benar, juga mempunyai rasa yang sangat tresno terhadap umat serta tawadluk. Dengan keteguhan jiwa orang yang menemukan dirinya sendiri, Mbah Subkhi menjadi sangat dihormati semua orang, dicintai santri-santrinya, disegani kawan-kawannya dan ditakuti musuh musuhnya. KH.Subkhi. lebih dikenal dengan nama Mbah Subkhi. Mbah Subkhi lahir sekitar tahun 1860 dan pernah berguru kepada beberapa Ulama dan wafat tahun 1959.

KH. Syaifuddin Zuhri mengisahkan: “Berbondong-bondong barisan-barisan Lasykar dan TKR menuju ke Parakan, sebuah kota kawedanan di kaki dua gunung penganten sundoro Sumbing..... Diantaranya yang paling terkenal adalah Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur.

“Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia” di bawah pimpinan Bung Tomo, “Barisan Banteng” di bawah pimpinan dr. Muwardi, Lasykar Rakyat dibawah pimpinan Ir. Sakirman, “Laskar Pesindo” dibawah pimpinan Krissubbanu dan masih banyak lagi. Sudah beberapa hari ini baik TKR maupun badan-badan kelasykaran berbondong-bondong menuju ke Parakan……”.

KH. Saefudin Zuhri, mantan Menteri agama itu mengantar sendiri KH. A.Wahid Hasyim, KH. Zainul Arifin dan beberapa petinggi negara untuk datang ke Parakan. Mengapa ke Parakan?

Parakan terkenal dengan kota bambu runcingnya yang ampuh. Bambu runcing adalah sebatang bambu berkisar panjangnya kurang lebih dua meter yang dibuat runcing pada salah satu ujung atau kedua ujungnya. Peralatan yang sederhana ini, ternyata pada masa perang kemerdekaan telah menjadi senjata massal yang dipakai rakyat dalam melawan penjajah.

Bambu Runcing pada masa Jepang juga sudah di gunakan. Menurut sumber sejarah pada masa Jepang mengadakan pelatihan-pelatihan untuk para anak-anak, remaja dan pemuda dalam Senendan, senjata yang di pakai untuk latihan antara lain senjata bambu runcing. 

Namun sebelum bambu runcing digunakan, para santri dan pejuang terlebih dahulu meminta berkah doa dari kiai di Parakan, terutama Kiai Subkhi. Tidak banyak cerita mengenai doa apa yang di bacakan oleh Kiai Subkhi. Namun bambu runcing Parakan menjadi senjata utama sebelum para pejuang berhasil merampas senjata milik tentara penjajah.

Dan ketika sudah ribuan pejuang yang datang ke Parakan menemui Kiai Subkhi untuk mencium jemari tangannya dan meminta do’a, Kiai Subkhi malah bertanya “mengapa tidak datang kepada Kiai Dalhar, Kiai Hasbullah dan Kiai Siraj?”

Mbah Subkhi, putra salah satu anggota pasukan Diponegoro yang kemudian berjuang dan menetap di daerah Parakan adalah kiai yang sangat sederhana dan rendah hati. KH. Syaifudin Zuhri dalam bukunya berangkat dari Pesantren bercerita, “KH. Wahid Hasyim, KH. Zainul Arifin dan KH. Masykur pernah juga mengunjunginya. Dalam pertemuan itu, KH. Subkhi menangis karena banyak yang meminta doanya. Ia merasa tidak layak dengan maqam itu.

“Mendapati pernyataan ini, tergetarlah hati panglima Hizbullah, KH. Zainul Arifin, akan keikhlasan sang kiai. Tapi, Kiai Wahid Hasyim menguatkan hati Kiai Bambu Runcing itu, dan mangatakan bahwa apa yang dilakukannnya sudah benar.”


Sumber:
nu.or.id
suarasantri.net



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Kyai Subkhi Parakan. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Kyai Subkhi Parakan, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Kyai Subkhi Parakan dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top