Mistikus Cinta

0
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Qubrusi al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari On the Bridge to Eternity


Bismillahhirrohmannirrohim

Cara memotong gurita Ego dan Nafsu adalah dengan berTaubat. Taubat berarti tidak menuruti kemauan keempat musuh utama kita, yaitu: nafs (ego), hawa (keinginan untuk menonjolkan diri), dunya, dan Setan. Seseorang bisa mengikuti Tuhannya atau bersama keempat musuhnya tadi. Jika seseorang memohon untuk kembali kepada Tuhannya, dia harus berjuang melawan keempat musuhnya dan tidak mendengarkan perintah mereka. 

Bagaimana Caranya agar Kita Diterima di Sisi Allah? 

Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad Daghestani menggambar-kan bagaimana seorang Darwis bisa diterima sebagai hamba Allah. “Dia harus memiliki satu karakter masing-masing dari tiga ekor binatang.” Beliau berkata, “Dari keledai, dia harus mampu menanggung beban dengan sabar dan tidak mengeluh. Jika dia tidak dapat melakukan hal itu maka dia tidak akan berhasil, sebab tanpa kesabaran, seseorang tidak akan bisa mengemban tanggung jawab didalam kehidupannya.

”Dari anjing, dia harus belajar bersikap loyal kepada majikannya. Jika seorang majikan menyuruh anjingnya untuk tinggal di suatu tempat sampai dia kembali, anjing itu akan menurut, bahkan ia akan tinggal di sana sampai mati. Jika si pemilik memukul dan mengusirnya, anjing itu akan tetap kembali dengan ekor dikipas-kipas ketika majikannya memanggilnya. Akhirnya, orang harus merasa terlihat seperti babi, dia harus tahu bahwa egonya lebih kotor dan menjijikan daripada seekor babi. Kotornya babi adalah hanya karena faktor eksternal, yaitu karena memakan makanan yang kotor. Tetapi kotornya ego berasal dari dalam dan timbul karena melawan Tuhannya. Seorang manusia baru akan sempurna jika ia mempunyai karakter untuk selalu mampu menerima segala hinaan yang ditujukan kepadanya, baik dengan ucapan ataupun dengan perbuatan, karena dia tahu sesungguhnya egonya lebih kotor dan hina (dari seekor babi).

Ketiga karakter tersebut akan membuat seseorang merasa tenteram dan hatinya penuh kepuasan. Hanya dengan jalan inilah dia bisa mencapai kesenangan dalam hidupnya. Ini adalah karakteristik yang dimiliki para Nabi, Rasul serta para Awliya. 

Dua belas Karakter Positif dari Anjing 

Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani berkata, Ada 12 karakter positif dari anjing yang bisa ditemukan dalam diri Nabi dan Rasul serta Awliya, di antaranya adalah :
  1. Tidak pernah melupakan kebaikan, mereka tidak melupakan siapa saja yang pernah berbuat baik kepadanya.
  2. Mereka selalu sabar dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada mereka.
  3. Mereka tidak pernah marah kepada pemiliknya, bahkan jika mereka dipukul dan diusir, mereka akan tetap datang dengan senang hati ketika pemiliknya memanggil mereka.
  4. Mereka rendah hati, penurut, jujur,
  5. Mereka puas dengan hal-hal yang sedikit, mereka bersifat ‘zahid’ tidak peduli dengan apa yang ada di dunia ini.
  6. Mereka tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan mereka tidak punya tempat untuk mereka sendiri.
  7. Mereka bisa tidur di mana saja dan jika seseorang melemparkan batu kepadanya, dengan segera mereka bangkit dan pergi ke tempat lain.
  8. Mereka sangat jarang tidur, tidak tidur berlebihan dan dengan mudah dapat terjaga.
  9. Dapat dipercaya,
  10. Ramah,
  11. Loyal, selalu ingat kepada pemiliknya
  12. Tidak pernah berkhianat.
Jika seseorang memiliki karakter di atas, dia adalah seorang Wali.

Kedua belas sifat itu dimiliki oleh Para Nabi dan Rasul serta Awliya. Allah menguji hamba-Nya untuk melihat apakah mereka sabar dalam menerima ujian tersebut. Kita harus selalu ingat akan hal ini agar pada saat sesuatu terjadi menimpa kita, kita akan kuat menghadapinya. Kita harus tetap bersabar pada saat menghadapi serangan pertama. Kita harus tetap menjaga iman kita agar kekuatan kita menjadi bertambah dan sebaliknya membuat musuh akan semakin lemah. Musuh kita yang sebenarnya adalah ego kita sendiri. Didalam jihad akbar melawan ego, siapa yang bersabar akan menang dan seorang yang pemarah akan kalah.

Akankah Kalian Bersabar?

Kesabaran adalah sebuah tindakan melawan semua keinginan ego. Ada 3 tipe kesabaran, yaitu:
  1. Sabar terhadap ketidaknyamanan fisik. Misalkan bangun di pagi hari yang dingin untuk melaksanakan shalat, berwudhu dengan air yang dingin, antri, tidak merasakan kenyamanan ketika kita sedang sakit, atau pada saat-saat kita sedang menyelesaikan tugas yang sulit dan sebagainya. Allah sangat menghargai orang yang tetap bersabar dan kukuh dalam melaksanakan ibadah di tengah berbagai kesulitan seperti itu.
  2. Menahan diri dari segala hal yang dilarang. Sebuah hadits mengatakan, “Hidup sebagai hamba dan menjauhi hal-hal yang dilarang adalah lebih berharga dibandingkan ibadah seluruh malaikat, manusia dan Jinn selama hidupnya.”
  3. Bersabar dalam menghadapi orang yang mengganggu kita. Ini adalah tipe kesabaran yang paling baik di antara ketiganya. Al-Qur’an mengatakan, Kami menguji beberapa di antara kalian dengan orang-orang lainnya di antara kalian.” Kesabaran adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Jika kalian mempunyai kesabaran, seluruh kebaikan akan kalian dapatkan. Pandangan Allah tertuju pada diri kalian, jadi akankah kalian bersabar?
Tanda-Tanda Kesehatan Spiritual.

Seseorang yang mempunyai karakter baik juga mempunyai kehidupan spiritual yang sehat. Dari jumlah banyaknya keluhan orang, mungkin kalian akan segera mengetahui berapa banyak karakter buruk yang masih tertinggal didalam diri seseorang. Dan ketika kalian mampu menghilangkan seluruh keluhan yang kalian miliki, kalian kemudian akan mengetahui bahwa kalian itu sehat dan tidak ada lagi karakter buruk yang tertinggal. Hal ini sangat penting bagi seseorang untuk memiliki karakter yang baik. Jika seseorang tidak mempunyai keluhan lagi, berarti dia sudah memiliki kesabaran dan ini berarti dia mempunyai iman yang sejati. Apabila kalian bisa melepaskan diri dari daya tarik semua sifat-sifat buruk, maka tidak akan ada lagi kesulitan yang akan menimpa kalian baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Kalian harus selalu ingat bahwa segala sesuatu itu terjadi semata-mata adalah atas kehendak Allah. Inilah kuncinya, obat bagi segala penyakit hati. Kalian harus berkata, “Mengapa aku harus mengeluh, bila Allah yang memerintahkan ini semua harus terjadi?” Bila kalian mampu mengingat hal ini kalian akan merasa puas dengan segala kehendak-Nya dan akan setuju dengan semua itu. Bihurmati habib, Fatihah

Wa min Allah at Tawfiq


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Karakteristik Hamba Allah (17). Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Karakteristik Hamba Allah (17), namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Karakteristik Hamba Allah (17) dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top