Mistikus Cinta

0
Mawlana Syaikh Mehmet qs
Mawlana Syaikh Mehmet qs
7 Desember 2012 - Lefke Cyprus

Bismillahir Rahmanir Rahim

Kami akan berbicara mengenai masa kekhalifahan Ottoman, yang memimpin dunia selama lebih dari 700 tahun. Dimasa itu setiap orang hidup dengan damai. Dimasa itu mereka tidak mengejar kehidupan dunia, tetapi mereka menempatkan perintah Allah diatas segalanya. Dan mereka memiliki cinta dan penghormatan yang besar kepada Nabi Muhammad Sallallahu alayhi wasalam. Apapun yang mereka lakukan berpegang teguh kepada sunah Nabi saw dan terutama mereka sangat menghormati para ahlul bayt keturunan Nabi Muhammad (saw), yang dimasa itu disebut Sayyid atau Syarif.

Dan didalam Islam kita diperintahkan untuk menghormati para keturunan Nabi saw lebih daripada kepada yang lain. Nabi (saw) dalam sebuah ayat yang beliau sebutkan dalam kutbah beliau (saw) mengatakan, "Aku tidak meminta apapun kepada kalian, kecuali jagalah keturunanku, dan jangan sakiti mereka, dan perlakukan mereka dengan baik". Maka dimasa kekalifahan Ottoman, mereka sangat menjaga perintah Nabi (saw) ini dengan membuat sebuah asosiasi yang disebut Naqib ul-Asyraf, yang merupakan asosiasi dari keturunan Nabi (saw), dan dimasa itu merekapun bekerja seperti orang lain.

Jika terjadi masalah hukum dengan para keturunan Nabi saw maka ada pengadilan khusus dibawah Naqib ul-Asyraf, yang sangat menghormati keturunan Nabi saw. Dan dimasa itu pengadilan berlangsung dengan sangat cepat dan tidak bertele-tele seperti dimasa sekarang yang bisa memakan waktu yang lama. Ada banyak hakim yang dapat memutuskan perkara dengan cepat. Tidak seperti saat ini setiap perkara memerlukan banyak uang untuk membayar pengacara dan kasus pengadilan bisa berlangsung bahkan bertahun-tahun tanpa keputusan. Dimasa itu pengadilan berlangsung dengan cepat dan setiap orang merasa senang.

Dimasa kekalifahan Ottoman tidak begitu banyak masalah yang terjadi diantara para Sayyid atau Syarif, dan bila ada persoalan hukum dan mereka harus menjalani hukuman, maka merekapun dapat menjalani hukuman menjadi tahanan rumah dirumahnya sendiri sampai hukuman tersebut selesai, dan tidak menaruh mereka dipenjara, dimana ini demi penghormatan kepada Nabi Muhammad (saw). Demikianlah Naqib ul-Asyraf melindungi dan memberikan penghormatan kepada para keturunan Nabi (saw). Kedudukan Naqib ul-Asyraf dimasa itu sangat tinggi, yaitu setelah Sultan, Syaikhul Islam kemudian Naqib ul-Asyraf dan sebagian besar dari mereka ketika itu berada di Istanbul. Dan ada orang-orang yang bekerja di asosiasi ini yang mencatat setiap perkawinan diantara para Syarif/Sayyid dan juga ketika lahir keturunan dari para Syarif maka semua akan dicatat. Diberbagai kota ada petugas Naqib ul-Asyraf yang melakukan pencatatan ini.

Dimasa itu orang sangat menghormati keturunan Nabi (saw) dan masyarakat memberikan penghormatan dan perlakuan spesial yang lebih kepada mereka. Jika ada orang yang datang kepusat silsilah asosiasi Naqib ul-Asyraf dan mereka mengaku bahwa mereka adalah keturunan Nabi (saw), maka Naqib ul-Asyraf akan menyelidiki silsilah mereka, apakah mereka benar memiliki garis keturunan Nabi saw. Jika benar, maka mereka akan mencatat silsilah tersebut tetapi jika ternyata mereka hanya mengaku-aku sebagai keturunan Nabi (saw) dan ternyata tidak benar, maka mereka akan mendapat hukuman. Hal ini adalah karena masalah ini dianggap sebagai masalah yang sangat serius dan bukan main-main. Maka didalam Islam sebuah perkawinan adalah masalah yang sakral dimana harus diketahui siapa ayah dari yang akan menikah, khususnya terhadap keturunan Nabi Muhammad (saw), maka pemeriksaannya sangatlah ketat.

Demikian juga ketika terjadi peperangan, Sultan akan menempatkan para keturunan Nabi (saw) didepan untuk memimpin dan para Naqib ul-Asraf akan bersama Sultan dan rakyat. Dan jika Sultan tidak ikut dalam peperangan maka dia akan mengirim Naqib ul-Asyraf sebagai wakilnya untuk memimpin peperangan. Dizaman itu para keturunan Nabi sangat dihormati tetapi setelah kesultanan Ottoman berakhir, dan berganti republik, maka mereka menutup pusat-pusat asosiasi Naqib ul-Asyraf ini, dan juga termasuk di Cyprus dimana asosiasi ini juga ditutup oleh pemerintah.

Di Lefkosa ada banyak keturunan Nabi saw, dan seseorang datang kepada saya beberapa hari yang lalu menunjukkan silsilah bahwa dia adalah keturunan Nabi (saw). Berhati-hatilah kalian, jika kalian tidak mengetahui 100% bahwa kalian adalah benar keturunan Nabi (saw), maka jangan katakan kalian adalah keturunan Nabi (saw).

Wa min Allah at Tawfiq, Fatihah.



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Ahlul Bayt (Keturunan Nabi saw) Dizaman Kekalifahan Ottoman. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Ahlul Bayt (Keturunan Nabi saw) Dizaman Kekalifahan Ottoman, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Ahlul Bayt (Keturunan Nabi saw) Dizaman Kekalifahan Ottoman dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top