Mistikus Cinta

4
Syekh Su'ud (Mbah Kandong)
Mbah Kandong Penemu Desa Jati Kramat

Jatikramat adalah sebuah desa di selatan Kota Bekasi yang menjadi akses orang-orang Bekasi menuju Pondok Gede sampai ke Jakarta Timur, didesa ini terdapat sebuah makam keramat yang menjadi cikal bakal nama dari desa Jatikramat ini.

Makam keramat Mbah Kandong, makam yang sering di Kunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Makam ini mejadi asal usul dari nama desa Jatikramat yang dulunya adalah daerah yang dipenuhi dengan pohon jati yang lebat.

Menurut cerita Mbah Kandong adalah seorang penyebar agama Islam di daerah Bekasi, tentang nama asli beliau ada yang menyebutkan bahwa Mbah Kandong adalah Syekh Su’ud atau Syekh Sarifudin keturunan Sultan Banten, yang lari dari kejaran penjajah saat peristiwa Pangeran Jayakarta yang membuang jubah sorbanya ke dalam sumur di Mangga Dua.

Asal Sebutan Mbah Kandong

Mbah Kandong atau Syekh Sarifudin datang dengan menggunakan Handong (Delman) dan pada akhirnya menetap di tempat itu dan lebih di kenal oleh masyarakat setempat Mbah Handong/Mbah Kandong. Saat beliau datang daerah tersebut masih seperti hutan dan warga yang tinggal di daerah ini sekitar sepuluh kepala keluarga yang masih belum memeluk agama Islam.

Akhirnya beliau menyebarkan agama Islam dengan cara mendatangi warga dari pintu kepintu yang pada waktu itu masyarakat sekitar masih menganut agama animisme, dan Mbah Kandong atau Syekh Sarifudin terkenal menjadi Pembawa Agama Islam yang pertama di kampung Jatikramat dan desa Jatibening yang dulunya merupakan kecamatan Pondok Gede.

Menurut salah seorang pengurus makam kramat Mbah Kandong dan cerita warga sekitar, nama aulia yang di makamkan di sini bernama Syekh Su'ud, konon beliau masih keturunan Sultan Hasanuddin Banten putra Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunungjati), makam beliau berada di sebuah desa bernama Jati Kramat kecamatan Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, berbatasan dengan kecamatan Pondok Gede.

Mbah Kandong adalah seorang tokoh penyebar agama Islam di daerah Jakarta Timur dan Bekasi, beliau mempunyai sifat yang lemah lembut dan mempunyai akhlakul karimah, maka dengan akhlak dan kelembutan beliau dapat di terima masyarakat sekitar, sekaligus mengislamkan warga sekitar, tidak ada penjelasan kapan beliau datang ke daerah Jati Kramat ini kata juru kunci makam.

Konon dikisahkan Mbah Kandong datang ke daerah ini masih seperti hutan dan warga yang tinggal di daerah ini sekitar sepuluh kepala keruarga, beliau menyebarkan agama Islam dengan cara mendatangi warga dari pintu kepintu yang pada waktu itu masyarakat sekitar masih menganut agama animisme dan memberikan sesajen pada pohon-pohon besar, berkat kegigihan beliau maka Mbah Kandong dapat mengislamkan masyarakat sekitar.

Pada masa penjajahan Belanda beliau juga mengajarkan murid-muridnya untuk berperang melawan penjajah. Konon ketika Belanda ingin menghancurkan dan menyerang pejuang yang ada di daerah Pondok Gede pesawat bomber Belanda tidak dapat menemukan perkampungan di daerah Jati Asih dan Pondok Gede, Mbah Kandong hanya mengambil segenggan debu dan di lemparkan keatas, dan Belanda beserta pesawat bomber pun langsung meninggalkan daerah Jati Kramat, menurut cerita Belanda meninggalkan wilayah Pondok Gede dan sekitarnya di karenakan dari udara yang di lihat hanya hutan yang lebat.

Letak makam tersebut berada di Desa JatiKramat Kecamatan Jatiasih tepatnya di jalan Maqom di belakang perumahan Duta Indah – Kota Bekasi.




Sumber:

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Syekh Su'ud (Mbah Kandong) | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

  1. Beliau bernama Tubagus Syarifuddin bin Tubagus Abdul Shomad

    Beliau keturunan Pangeran Burhan bin Pangeran Ksatrian yg bermuara ke maulana Hasanuddin Banten

    ReplyDelete
  2. Embah kandong ( Tubagus syarifuddin ) bin Tubagus Abdul Shomad bin Tubagus Qosim yg jalur nasab nya merujuk ke maulana hasanuddin banten

    ReplyDelete
  3. Makam tersebut adalah makam syaikh tubagus syarifuddin bin tubagus abdul shomad alias mbah kandong alias syaikh suhud.

    kenapa dikenal dengan panggilan atau sebutan atau nama syaikh suhud ???
    karena ada riwayat nya begini.....


    Bahwa pada waktu rombongan jama'ah jati kramat yg ingin berangkat menunaikan ibadah haji yg didalamnya juga ada h.gering yg mau pergi haji lalu dengan naik kapal laut belanda,

    Tapi kapalnya bocor di saat mau berlayar pergi haji...

    Lalu kapal laut itu ditambal pake daun sirih oleh mbah kandong...
    maka dengan seketika kapal itu dapat berjalan lagi melanjutkan perjalanan berlayar ke mekkah...

    Akan tetapi mbah tubagus syarifuddin alias mbah kandong tidak ikut serta di dalam kapal laut itu

    Tapi pas sampai di mekkah, mbah kandong sudah sampai duluan di mekkah daripada rombongan jama'ah jati kramat...

    Lalu pas jama'ah jati kramat ke jabal uhud dengan kaget para jama'ah rombongan haji kampung jati kramat melihat mbah kandong juga sudah lebih duluan ada di jabal uhud....


    Nah dari riwayat ini lah maka nya embah syarifuddin alias mbah kandong dikenal dengan julukan syeh Suhud.




    Jadi nama suhud & kandong itu bukan nama asli nya.



    Kandong itu penisbatan kendaraan nya yaitu : Andong / Handong / Kandong = Delman


    Syaikh Suhud itu penisbatan nama : Jabal Uhud.




    Inilah asal usul nama Embah kandong & syaikh suhud


    🙏

    Lalu siapakah H.Gering itu ???



    Beliau adalah salah seorang rombongan jama'ah haji kampung jati kramat yg pd waktu itu hidup sezaman dengan embah kandong..


    Lalu H.Gering memiliki anak cucu keturunan sampai saat ini yg menjaga & merawat makam embah kandong..

    Sebagai juru kunci makam ( kuncen makam )

    🙏

    ReplyDelete

 
Top