Mistikus Cinta

0
Ketua Umum PBNU KH. H Said Aqil Siroj
Ketua Umum PBNU KH. H Said Aqil Siroj mengurai fakta sejarah tentang kiprah ulama Ahlussunah wal-Jama’ah (Aswaja) dari zaman ke zaman. Ia menyampaikan hal itu di hadapan para pelajar NU saat memperingati hari lahir IPNU ke-60 di aula Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin malam (24/2)

Kiai Said yang mengakui punya ketertarikan tersendiri terhadap sejarah Islam tersebut, pada paparannya, lebih menekankan pada kemunculan ulama Aswaja dengan peran sebagai juru damai konflik sesama umat Islam.

Setelah umat Islam jauh ditinggal Nabi Muhammad, kata kiai yang akrab disapa Kang Said, umat mengalami beragam konflik. Ulama Aswaja Imam Hasan Basri menyelamatkan umat Islam dari pertikaian politik.

Kemudian disusul Imam Abu Hasan Al-Ay’ari menyelamatkan Islam dari liberalisasi kaum rasional (lebih menekankan penggunaan akal) dengan kaum yang tekstual (lebih menekankan teks-teks agama). Konflik dua aliran tersebut memakan korban dengan terbunuhnya Imam Ahmad bin Hanbal.

Pada saat konflik tersebut, muncul ulama Aswaja bernama Abu Hasan Asy’ari. Ia menjadi penengah dengan rumusan menjunjung Al-Quran dan Hadits disamping menggunakan akal sesuai proporsinya.

Konflik selanjutnya antara fuqoha (kalangan ahli fiqih) dan sufiyah (kalangan ahli tasawuf). Korban konflik tersebut adalah Abu Muhyi, Al-Mansur Al-Mahma, dan Al-Hallaj. Tokoh terakhir ini dipenggal kepalanya, dibakar jasadnya, ditaburkan debu dan jenazahnya di sungai Tigris.

Pada situasi itu, umat Islam diselamatkan dengan munculnya Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali al-Thusi. Imam yang dikenal sebagai hujjatul Islam tersebut menharmoniskan antara fiqih yang legal formal dengan tasawuf yang berbicara hakikat dan batin. “Seandainya tidak ada Imam Ghazali, mungkin masih berkelanjutan konflik itu,” ungkap Kang Said.

Kemudian Hadratusyekh KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU, juga berperan menyelamatkan perpecahan umat Islam di Indonesia. Ia menjadi penengah soal bentuk negara Indonesia. “Dulu, kata yang Islam ingin negara Islam, syariat Islam. Kelompok lain ingin negara sekuler, yang lain ingin negara komunis,” kata Kang Said.

KH Hasyim Asy’ari sejak mendirikan NU mendahulukan ukhwah islamiyah dan ukhwah wathaniyah menjadi satu atau membangun persaudaraan umat Islam dengan membangun persaudaraan sebangsa dan setanah Air. Muncullah bentuk negara Indonesia yang tidak sekuler dan agama. “Jadi, bagi Mbah Hasyim mencintai agama sekaligus mencintai tanah air.” (Abdullah Alawi)


Sumber:
Nu Online, Ini Fakta Sejarah Ulama Aswaja Juru Damai Konflik, Selasa, 25/02/2014 20:00

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Ulama Aswaja Juru Damai Konflik | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top