Mistikus Cinta

0
Syeikh Abdul Qadir al-Fathani
Khalifah Syeikh Daud al-Fathani
Kedudukan Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani dari sudut ilmu pengetahuan adalah setara dengan ulama-ulama besar yang berada di Mekah dan Madinah pada zaman itu. Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani menjalankan tugas ulama dengan aktivitas pengajarannya di Masjidil Haram, Mekah dan di rumahnya sendiri.

Syeikh Ahmad al-Fathani menyebut bahwa ayahnya, Syeikh Wan Muhammad Zain al-Fathani lahir dalam tahun 1233 H/1817 M. Diriwayatkan bahwa Syeikh Abdul Qadir al-Fathani itu lebih tua daripada Syeikh Muhammad Zain al-Fathani.

Riwayat lain menyebut bahwa usia Syeikh Abdul Qadir al-Fathani lebih tua sekitar lima tahun daripada Syeikh Wan Muhammad Zain al-Fathani. Jadi berarti Syeikh Abdul Qadir al-Fathani lahir dalam tahun 1228 H/1813 M. Diriwayatkan pula bahwa Syeikh Abdul Qadir al-Fathani lebih tua dari Syeikh Nawawi al-Bantani (Imam Nawawi Tsani).

Syeikh Nawawi al-Bantani lahir dalam tahun 1230 H/1814 M. Kedua ulama yang berasal dari Patani dan Banten itu bersahabat ketika keduanya belajar di Mekah. Keduanya menerima bai`ah Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah dari Syeikh Ahmad Khatib Sambas (1217 H/1802 M-1289 H/1872 M). Dalam beberapa hal Syeikh Nawawi Banten belajar kepada Syeikh Abdul Qadir al-Fathani, di antaranya ilmu qiraah. Dan demikian sebaliknya dalam beberapa hal Syeikh Abdul Qadir al-Fathani belajar pula kepada Syeikh Nawawi al-Bantani.

Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani telah menyelamatkan cukup banyak karya yang masih dalam bentuk tulisan tangan (manuskrip) yang dikarang oleh ulama dunia Melayu, terutama sekali karya-karya Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani. Selain memelihara manuskrip dengan rapi, Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani pula telah melakukan pentahqiqan dan pentashhihan beberapa buah kitab yang dianggap penting, yang secara tradisinya banyak diajarkan dari sebelum hingga zaman beliau.

Pertubuhan
Daripada khazanah simpanan Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani itulah menimbulkan ilham bagi Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani sehingga beliau mengasaskan suatu pertubuhan pentashhihan di Mesir, Mekah dan Turki. Munculnya istilah tashhih dan mushahhih bermula dari sini.

Pendek kata Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani ini sangat penting bagi orang-orang Melayu yang berada di Mekah pada zamannya. Beliau adalah guru bagi seluruh ulama Asia Tenggara, pakar tempat rujukan dalam semua bidang keilmuan keislaman.

Ada beberapa ulama besar yang berasal dari Patani yang bernama Syeikh Abdul Qadir al-Fathani. Di antara mereka yang sangat terkenal ialah Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani yang dibicarakan ini. Menjalankan aktivitasnya di Mekah, Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahim al-Fathani, lebih dikenal dengan nama Syeikh Abdul Qadir Bukit Bayas, Terengganu, karena menjalankan aktivitasnya di Bukit Bayas Terengganu, Syeikh Abdul Qadir bin Mushthafa al-Fathani lebih dikenali dengan nama Tok Bendang Daya, karena menjalankan aktivitasnya di Bendang Daya Patani. Ketiga-tiga ulama besar Patani itu satu sama lainnya sempat bertemu, yang lebih tua menjadi guru kepada yang muncul kemudiannya.

Ketiganya mereka masih ada kaitan keluarga pertalian nasab yang dekat, yang bersumber dari satu datuk nenek yang sama. Syeikh Abdul Qadir al-Fathani bin Abdur Rahman adalah cucu saudara bagi Syeikh Daud bin Abdullah al- Fathani, dan dalam sebuah manuskrip ada dinyatakan bahwa beliau merupakan Khalifah Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani.

Pendidikan dan Keluarga
Nama lengkapnya, Syeikh Wan Abdul Qadir bin Wan Abdur Rahman bin Wan Utsman bin Tok Wan Su bin Tok Wan Abu Bakar bin Tok Kaya Wan Pandak bin Tok Wan Faqih Ali.

Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani adalah peringkat murid kepada Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahim Bukit Bayas Terengganu dan Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani.

Beliau mendapat pendidikan asas dimulai dari beberapa pondok di Patani, tetapi yang lebih lama tempatnya memondok adalah di Pondok Pauh Bok Patani, yaitu sebuah pondok pengajian yang pernah mendidik banyak ulama, di antaranya termasuk Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani dan banyak lagi.

Pada zaman itu hampir semua pondok di Patani yang menjadi Tok Guru adalah di kalangan keluarga mereka. Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani terganggu pendidikannya di Patani karena terjadinya satu peperangan besar antara Patani dengan Siam (1828 M-1830 M). Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani termasuk keluarga besar ulama Patani Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani dan Syeikh Abdul Qadir bin Abdur Rahim Terengganu yang turut berhijrah ke Pulau Duyung Kecil Terengganu.

Dalam peristiwa penghijrahan itu diriwayatkan bahwa beliau baru berusia sekitar belasan tahun saja. Walau pun hijrah yang penuh darurat itu dilakukan, namun belajar kitab terus juga dilaksanakan, masa tidak boleh dibuang dan diabaikan.



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Syeikh Abdul Qadir al-Fathani. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Syeikh Abdul Qadir al-Fathani, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Syeikh Abdul Qadir al-Fathani dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top