Mistikus Cinta

0
Imam Ghazali seorang Ulama besar dalam sejarah Islam, hujjatul islam yang banyak hafal hadist Nabi SAW. Beliau dikenal pula sebagai ahli dalam filsafat dan tasawuf yang banyak mengarang kitab-kitab.

Suatu ketika Imam Al Ghazali menjadi imam disebuah masjid. Tetapi saudaranya yang bernama Ahmad tidak mau berjamaah bersama Imam Al Ghazali lalu berkata kepadanya ibunya:

“Wahai ibu, perintahkan saudaraku Ahmad agar shalat mengikutiku, supaya orang-orang tidak menuduhku selalu bersikap buruk terhadapnya“.

Ibu Al Ghazali lalu memerintahkan puteranya Ahmad agar shalat makmum kepada saudaranya Al Ghazali. Ahmad pun melaksanakan perintah sang ibu, shalat bermakmum kepada Al Ghazali. Namun ditengah-tengah shalat, Ahmad melihat darah membasahi belakang Imam. Tentu saja Ahmad memisahkan diri.

Setelah shalat Imam Al Ghazali bertanya kepada Ahmad, saudaranya itu: “Mengapa engkau memisahkan diri (mufaraqah) dalam shalat yang saya imami?“. Saudaranya menjawab: “Aku memisahkan diri, karena aku melihat belakangmu berlumuran darah“.

Mendengar jawaban saudaranya itu, Imam Al Ghazali mengakui, hal itu mungkin karena dia ketika shalat hatinya sedang terpikir masalah fiqih yang berhubungan haid seorang wanita yang mutahayyirah.
Al Ghazali lalu bertanya kepada saudara: “Dari manakah engkau belajar ilmu pengetahuan seperti itu?” Saudaranya menjawab, “Aku belajar Ilmu dari Syeikh Al Utaqy Al-Khurazy yaitu seorang tukang jahit sepatu-sepatu bekas (tukang sepatu).” Al Ghazali lalu pergi kepadanya.

Setelah berjumpa, Ia berkata kepada Syeikh Al Khurazy: “Saya ingin belajar kepada Tuan“. Syeikh itu berkata: Mungkin saja engkau tidak kuat menuruti perintah-perintahku“.

Al Ghazali menjawab: “Insya Allah, saya kuat."

Syeikh Al Khurazy berkata: “Bersihkanlah lantai ini“.

Al Ghazali kemudian hendak melakukannya dengan sapu. Tetapi Syeikh itu berkata: “Sapulah (bersihkanlah) dengan tanganmu“. Al Ghazali menyapu lantai dengan tangannya, kemudian dia melihat kotoran yang banyak dan bermaksud menghindari kotoran itu.

Namun Syeikh berkata: “Bersihkan pula kotoran itu dengan tanganmu“.

Al Ghazali lalu bersiap membersihkan dengan menyisingkan pakaiannya. Melihat keadaan yang demikian itu Syekh berkata: “Nah bers√¨hkan kotoran itu dengan pakaian seperti itu”.

Al Ghazali menuruti perintah Syeikh Al Khurazy dengan ridha dan tulus.

Namun ketika Al Ghazali hendak akan mulai melaksanakan perintah Syeikh tersebut, Syeikh langsung mencegahnya dan memerintahkan agar pulang.

Al Ghazali pulang dan setibanya di rumah beliau merasakan mendapat ilmu pengetahuan luar biasa. Dan Allah telah memberikan Ilmu Ladunni atau ilmu Kasyaf yang diperoleh dari tasawuf atau kebersihan qalbu kepadanya.

Imam Ghazali telah menanggalkan pakaian kebesarannya lalu memakai pakaian orang kebanyakan, lalu diambilnya sapu untuk membersihkan kawasan gurunya berbulan lamanya.. bila ditanya pada gurunya bila dia hendak mengajar saya 'ilmu'?, gurunya pesan..sudahlah, kamu sudah tamat pengajian (yaitu ilmu merendah diri dan membuang sifat sombong dari hati) Lalu beliau didoakan oleh gurunya (Auliya yang mustajab doanya) agar dikaruniakan ilmu-ilmu tersembunyi buat Imam Al Ghazali).

Setelah hari itu, Imam Ghazali merasa sulit pada saat setiap kali beliau ingin mengarang kitab, "Bilakah masanya aku belajar ilmu ini?" Rupanya barulah dia sadar bahwa ilmu yang dipelajarinya dari gurunya itu bukanlah ilmu lisan dan ilmu tulisan, tetapi ia ilmu buah hasil dari sifat 'ikhlas' yang dicampakkan Allah ke dalam hatinya - laduni...

Beliau mengikhlaskan dirinya pada saat beliau menuntut ilmu serta melaksanakan amanah-amanah Allah yang 'tertinggi' yaitu merendah diri untuk menjadi 'hamba' Allah yang sebenar-benarnya di sisi-Nya.

Buanglah pakaian keakuanmu... khidmatlah kepada keAKUan Allah dengan memandang kepada setiap martabat wujud pada dirimu dan sekelilingmu adalah hak-hak Allah dan berakhlak dengan Akhlak Allah yang Allah tunjukkan melalui Shuroh (rupa), Siroh (perjalanan hidup) dan Sariroh (suasana hati) Rasulullah saw. Selagi ada dirimu... tiada Allah dihatimu. Tinggalkan keakuanmu.. baru engkau akan bertauhid!

Semoga bermanfaat.


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Meninggalkan Keakuan (Ananiyah) Meraih Rahasia Ilahi. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Meninggalkan Keakuan (Ananiyah) Meraih Rahasia Ilahi, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Meninggalkan Keakuan (Ananiyah) Meraih Rahasia Ilahi dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top