Mistikus Cinta

0
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani dalam Mercy Oceans (Book Two)

Ini adalah nasihat Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani mengenai satu hal yang penting dalam Islam, yaitu menjaga hukum Allah swt dan menghindari diri dari segala hal yang terlarang. Islam menawarkan dua jenis perintah, pertama apa yang harus kita lakukan dan kedua, apa yang tidak boleh kita lakukan. Yang terpenting di antara keduanya adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah swt. Meninggalkan suatu larangan lebih baik dari pada menunaikan ibadah Haji sebanyak 50.000 kali. Itu berarti, kalian bisa bersabar untuk beribadah tetapi tidak sabar dalam menjaga batasan yang telah ditetapkan Allah.

Jika kalian kembali dari ibadah haji yang ke-50.000 tetapi masih melihat pramugari pesawat dengan penuh syahwat maka semuanya akan sia-sia. Jika kita bersabar dalam beribadah, malaikat menuliskan pahala kita, tetapi bila kita menunjukkan ketahanan terhadap suatu larangan, maka Allah akan memberikan balasan yang tak hingga. Allah memerintahkan kita untuk beribadah, sebanyak mungkin. Shalat lima kali sehari adalah cukup dan jika kalian bisa melakukan lebih dari itu, itu lebih baik. Tetapi untuk hal-hal yang dilarang, kalian harus menghindari semuanya. Ada dua tingkatan menyangkut hal-hal yang dilarang, yaitu haram (terlarang) dan makruh (tidak disukai).

Sekarang ummat Muslim mendapat dukungan dari Setan untuk melakukan hal-hal yang makruh. Itu adalah penyakit yang buruk di kalangan Muslim. Siapa yang tidak menyukai hal-hal tersebut? Allah dan Rasulullah. Kita diperintahkan sekuat tenaga untuk menolak segala keburukan yang tidak disukai Allah dan Rasulullah saw. Jika seseorang mempertahankan benteng luar maka harta di dalamnya akan selamat. Setiap tindakan yang terlarang mempunyai efek buruk terhadap iman kita, mereka menghancurkan iman kita.

Ada 500 kebaikan yang dapat kita lakukan sebisa mungkin. Ada 800 larangan dan karakteristik buruk yang harus kita tinggalkan semua, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Lebih buruk lagi jika kalian bersembunyi dari orang-orang dan melakukan hal terlarang. Kalian tidak tersembunyi dari Allah. Menjaga diri ketika sedang sendiri adalah lebih baik sebab kalian bersama Allah dan kita harus menjaga penghormatan kita kepada-Nya melebihi yang diberikan kepada orang-orang.

Barang siapa yang menjaga ikatan dengan Allah, maka Tuhannya akan memberikan kekuasaan di alam semesta ini. Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang patuh kepada Allah, maka kepatuhan kepadanya adalah hal yang paling utama.” Inilah kekuasaan itu. Suatu ketika seseorang berjalan di padang pasir dan melihat seorang pria datang ke arahnya dengan mengendarai harimau dan memegang ular yang sangat berbisa di tangannya seperti memegang pecut. Orang itu berkata, “Wahai saudaraku, bagaimana engkau melakukannya?” Dia menjawab, “Aku mendapat perintah dari Sultan.”

Buatlah dirimu agar patuh kepada Allah maka Dia akan menjadikanmu sebagai penguasa dunia. Sekarang kita akan berhenti di sini jika kita mempunyai akal. Tetapi jika kita orang yang bodoh, kita harus berbicara mengenai hal lainnya.


Kumpulan Suhba Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani dalam Mercy Oceans - Samudera Ampunan (Book Two)



https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

DMCA.com
Anda sedang membaca Pentingnya Meninggalkan Hal-Hal yang Terlarang dan tidak Disukai. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Pentingnya Meninggalkan Hal-Hal yang Terlarang dan tidak Disukai, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Pentingnya Meninggalkan Hal-Hal yang Terlarang dan tidak Disukai dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya, apabila tidak mau menyebut sumber dari BLOG. Mohon jangan COPAS. Jika menurut anda artikel ini bermanfaat mohon bantu share. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan Liked FB Fanpage Mistikus Cinta - Follow Twitter @Mistikus_Sufi - Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta. Terima kasih.

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top