Mistikus Cinta

0
Suatu saat ada tamu dari Kendal sowan kepada Mbah Hamid, singkat cerita, Mbah Hamid menitipkan salam untuk si fulan bin fulan yang kesehariannya berada di Pasar Kendal, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal.

Fulan bin fulan kesehariannya berada di sekitar pasar dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila, namun tidak pernah mengganggu orang-orang di sekitarnya.

Tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitip salam untuk orang yang di anggap gila oleh dirinya.

Tamu tersebut bertanya, “Bukankah orang tersebut adalah orang gila Kyai..??” kemudian Mbah Hamid menjawab, “Beliau adalah Wali Besar yang njaga Kendal, Rohmat Allah turun, Bencana di tangkis, itu berkat beliau, sampaikan salamku”

Kemudian setelah si tamu pulang ke Kendal, menunggu keadaan pasar sepi, dihampirinyalah “orang gila” yang ternyata Shohibul Wilayah Kendal.

“Assalamu’alaikum…” sapa si tamu,

Wali tersebut memandang dengan tampang menakutkan layaknya orang gila sungguhan, kemudian keluarlah seuntai kata dari bibirnya dengan nada sangar,

“Wa’alaikumussalam.. ada apa..!!!”

Dengan badan agak gemetar, si tamu memberanikan diri, berkatalah ia,

“Panjenengan dapat salam dari Kyai Hamid Pasuruan, Assalamu’alaikum……”

Tak beberapa lama, wali tersebut berkata,

“Wa’alaikum salam” dan berteriak dengan nada keras,

“Kurang ajar si Hamid, aku berusaha bersembunyi dari manusia, agar tidak diketahui manusia, kok malah dibocor-bocorkan”

“Ya Allah, aku tidak sanggup, kini telah ada yang tahu siapa aku, aku mau pulang saja, gak sanggup aku hidup di dunia”

Kemudian wali tersebut membaca sebuah doa, dan bibirnya mengucap, “LAA ILAAHA ILLALLAH… MUHAMMADUR RASULULLAH”

Seketika itu langsung meninggallah sang Wali di hadapan orang yang di utus Mbah Hamid agar menyampaikan salam, hanya si tamulah yang meyakini bahwa orang yang di cap sebagai orang gila oleh masyarakat Kendal itu adalah Wali Besar, tak satupun masyarakat yang meyakini bahwa orang yang meninggal di pasar adalah seorang Wali. Malah si tamu juga dicap sebagai orang gila karena meyakini si fulan bin fulan sebagai Wali.

Sedikit Mengenang Eyang Shamud Pasar Kendal

Nama fulan yang dikirimi salam oleh KH Abdul Hamid Pasuruan itu adalah Eyang Tsamud atau Samud atau Thamud.

Saksi mata bernama Yudi Prastiawan, punya ingatan ketika masih sekolah di SD Penanggulan sekitar tahun 80-an awal. Mbah Samud sering tampak di beberapa pasar, antara lain: Pasar Mbulu, Karangayu, Kendal, Cepiring dan Pegandon. Ia tahu Mbah Samud karena kebetulan rumah berdekatan dengan pasar. Menurutnya, pakaian yang dikenakan berwarna hitam. Orang Semarang menyebutnya celana kombrong, yakni celana hitam yang biasa dikenakan bakul sate itu. Sering menggunakan baju berwarna hitam juga. Tapi tidak pernah dikancingkan. Perutnya gendut. Kepalanya gundul. Kadang membawa tongkat besar (lebih mirip alu daripada cagak). Kadang juga pakai tasbih besar terkalung. Visual fisik Mbah Samud seperti Biksu Cina di film-film itu.

Tidak setiap hari orang yang disebut wali abdal itu di Pasar Pegandon. Yudi masih ingat, kalau Mbah Samud datang, anak-anak seusianya ramai-ramai membully "samud teko...samud teko". Karena memang disebut gila, ada orang tua yang menakut-nakuti anaknya ketika Mbah Samud datang ke pasar.

Cerita yang beredar di Banyuwangi, Mbah Samud adalah lanjutan laku wali keturunan Joko Samudro atau dikenal Maulana Ainul Yaqin alias Sunan Giri. Setelah Mbah Samud tidak ada, kata Yudi, muncul nama lain yang juga berkarakter sama, namanya Senin. Makam Mbah Samud diperbaiki tahun 2014 setelah Surya Paloh ziarah. (Sumber: Grup WA Kopishoda Semarang - Duta Islam)

Subhanallah.. begitulah para Wali-Walinya Allah, saking inginnya ber-asyik-asyikan hanya dengan Allah sampai berusaha bersembunyi dari keduniawian, tak ingin ibadahnya di ganggu oleh orang-orang ahli dunia, Bersembunyinya mereka memakai cara mereka masing-masing, oleh karena itu janganlah kita su’udzon terhadap orang-orang di sekitar kita, jangan-jangan dia adalah seorang Wali yang “bersembunyi”.

Semoga kita, keluarga kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita kenal senantiasa mendapat keberkahan sebab rasa cinta kita kepada wali-walinya Allah. Jadi ingat nasihat Maha Guru kami, Al Quthb Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih, “Jadikanlah dirimu mendapat tempat di hati seorang Auliya”

Semoga nama kita tertanam di hati para kekasih Allah, sehingga kita selalu mendapat nadhroh dari guru-guru kita, dibimbing ruh kita sampai terakhir kita menghirup udara dunia ini, Amin…….. !!!!


Sumber:
Syaikhina wa Murobbi Arwakhina KH. Achmad Sa’idi bin KH. Sa’id (Pengasuh Ponpes Attauhidiyyah Tegal)`Wilayyah Allah, Terkuaknya Kewalian Kyai Hamid Pasuruan, 2011


https://mistikus-sufi.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Mistikus Cinta

Anda sedang membaca Kyai Hamid Pasuruan Mengungkap Kewalian Eyang Shamud 'Wali Gila' di Pasar Kendal. Diizinkan copy paste untuk dipublikasikan: Kyai Hamid Pasuruan Mengungkap Kewalian Eyang Shamud 'Wali Gila' di Pasar Kendal, namun jangan lupa untuk meletakkan link posting Kyai Hamid Pasuruan Mengungkap Kewalian Eyang Shamud 'Wali Gila' di Pasar Kendal dari Blog Mistikus Cinta sebagai sumbernya. Silahkan Liked - Follow FB Fanpage Mistikus Cinta | Follow Twitter @Mistikus_Sufi | Ikuti dan Share Channel Telegram @mistikuscinta | Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.


Sebarkan via LINE - WA:

Post a Comment Blogger Disqus

Komentar diseleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

 
Top