Mistikus Cinta

0
"Keinginanmu untuk bertajrid (selalu beribadah tanpa melihat kepentingan dunia) padahal Allah menjadikan engkau pada golongan yang berusaha (kasab), maka keinginan yang demikian itu termasuk keinginan hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginan dalam berusaha yaitu (untuk memenuhi kebutuhan duniawi) padahal Allah menjadikan engkau ke dalam golongan tajrid, maka keinginanmu yang demikian itu berarti merupakan kemunduran dari semangat cita-cita yang luhur".


Serial Kitab Al Hikam Syaikh Ibn Atha’illah as Sakandari
Adalah sudah menjadi takdir Allah, bahwa di dunia ini terdapat dua macam kedudukan manusia, yakni kasab dan tajrid. Adapun yang dimaksud dengan kasab ialah, bahwa manusia masih harus bergerak dalam bidang usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dunianya. Dan setelah berhasil usahanya, mereka pun tidak segan-segan untuk membantu kebutuhan masyarakat banyak.

Sedangkan yang dimaksud dalam bidang tajrid adalah, bahwa manusia hanya semata-mata mengabdi kepada Allah tanpa memperhatikan kepentingan dunia, karena mereka sudah merasa cukup puas dengan bekal kehidupan dunia yang telah dimilikinya. Manusia semacam inilah yang beruntung, sebagaimana yang tercantum dalam Hadits, riwayat Muslim "Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rizki yang cukup, serta merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya".

Sehubungan dengan hal di atas, Rasulullah S.A.W. juga pernah bersabda:

Artinya:
"Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadak u aural perbuatan yang apabila aku kerjakan disukai Allah dan disukai orang-orang?. Jawab Rasulullah: Berzuhudlah di dalam dunia, maka engkau akan dikasihi Allah. Dan berzuhudlah di antara sesama manusia, maka engkau akan disukai manusia". (HR. Ibnu Majah)

Dari penjelasan dua hadits di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa manusia yang termasuk dalam kelompok atau golongan tajrid lebih baik daripada golongan kasab. Walaupun demikian, seseorang yang sudah termasuk ke dalam golongan kasab hendaknya jangan berusaha masuk ke dalam golongan tajrid. Apalagi sebaliknya. Semuanya itu haruslah diterima dengan ikhlas karena sudah menjadi ketentuan Allah. Demikianlah di antara sifat-sifat orang yang berma'rifat kepada Allah S.W.T.


Serial Kitab Al Hikam Syaikh Ibn Atha’illah as Sakandari

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Segala Sesuatu Yang Kita Terima Sudah Menjadi Ketentuan Allah | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top