Mistikus Cinta

0
Ahmad bin Abdul Rahman Assagof, Menempuh Ajal Dalam Zikir

Ahmad bin Abdul Rahman Assagof
Ahmad bin Abdul Rahman Assagof merupakan seorang ulama besar. Di sepanjang hayatnya, beliau telah menghabiskan usianya dengan menjalani kehidupan secara zuhud. Lantaran itulah beliau terkenal sebagai salah seorang wali Allah yang tinggi karamahnya.

Sebagai manusia yang dikasihi Allah, Ahmad memiliki banyak keistimewaan atau karamah. Ia bersesuaian sekali dengan tingkatan kewaliannya.

Pernah diceritakan mengenai karamahnya, di mana seorang hamba Allah bernama Mubin telah tergerak hatinya untuk memberikan sedikit sumbangan kepada Ahmad. Niatnya itu cuma terlintas di dalam hati dan dia merancang akan memberikan sumbangannya itu kepada Ahmad apabila tiba masanya.

Selang beberapa waktu, ketika seorang pembantu Ahmad tiba-tiba muncul di depan rumah Mubin. Pembantu itu pun memberitahu akan tujuannya datang menemui Mubin, yaitu untuk menyampaikan pesan Ahmad. Menurut pembantu itu, Ahmad meminta supaya Mubin menunaikan niatnya untuk memberikan sumbangan.

Mubin merasa sungguh heran. Baru saja hatinya tergerak untuk memberikan sumbangan kepada Ahmad sudah tiba untuk menuntut apa yang dijanjikan. Mubin amat kagum dengan Ahmad karena bisa mengetahui niat serta gerak hati orang lain. Maka, dia pun dengan tulus ikhlas telah memberikan sumbangan kepada Ahmad sebagaimana niatnya.

Dalam suatu peristiwa lain, salah seorang anak perempuan Ahmad yang masih kecil memintanya menangkap seekor burung yang sangat cantik. Burung itu sedang bertengger di dahan sebatang pohon. Ahmad segera meminta pembantunya supaya menangkap burung itu.

Pembantu Ahmad pun memanjat pohon itu dengan berhati-hati. Dia khawatir kalau burung itu akan terbang apabila didekati. Bagaimanapun, dia merasa sangat aneh karena burung itu langsung tidak bergerak dari tempatnya seolah-olah patuh kepada kehendak Ahmad. Pembantu Ahmad pun menangkap burung itu dengan mudah dan diberikan kepada anak perempuan Ahmad untuk dipelihara.

Dalam usia yang semakin bertambah tua, Ahmad telah jatuh sakit. Banyak orang yang datang menziarahinya. Mereka sangat bersimpati melihat penderitaan Ahmad. Apabila ditanya tentang penyakitnya, Ahmad dengan tenang menjawab:

“Orang soleh itu senang dengan musibah atau penderitaan yang dihadapinya, sebagaimana orang yang condong kepada duniawi sangat senang dengan kemewahan hidup!”

Dalam keadaan lemah menanggung sakit, Ahmad bangun untuk berwudhu. Kemudian beliau menunaikan shalat Dzuhur. Selesai melakukan shalat, Ahmad pun berbaring dengan menghadap arah qiblat.

Dalam pembaringannya, Ahmad tidak putus-putus berzikir kepada Allah. Tiba waktunya beliau pun nazak dan akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam degup zikir. Demikianlah limpah rahmat Allah terhadap orang yang dikasihiNya.



Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:




Anda sedang membaca Ahmad bin Abdul Rahman Assagof | Silahkan Like & Follow :
| | LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Mistikus Channel
| Kajian Sufi / Tasawuf melalui Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik: SUFIPEDIA.Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram | Facebook.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top